headline9.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya.
Penghargaan tersebut diterima Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin pada acara penganugerahan yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Penghargaan UHC Awards 2026 diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Pusat sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, penghargaan UHC Awards 2026 juga diberikan kepada 31 provinsi di seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung serta memperluas perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam UHC Awards, BPJS Kesehatan menetapkan sejumlah kategori penilaian. Untuk kategori pratama, pemerintah daerah diwajibkan mencapai cakupan kepesertaan minimal 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta sekurang-kurangnya 80 persen. Sementara itu, kategori madya mensyaratkan cakupan kepesertaan minimal 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta minimal 98 persen, serta pendaftaran penduduk pada segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemerintah Daerah dengan proporsi tertentu.
Adapun kategori utama mensyaratkan cakupan kepesertaan minimal 99 persen, tingkat keaktifan peserta minimal 95 persen, serta pendaftaran penduduk oleh pemerintah daerah sedikitnya 18 persen dari total jumlah penduduk, kecuali apabila tingkat keaktifan telah mencapai 100 persen. Seluruh kategori juga wajib berstatus UHC prioritas serta memenuhi ketentuan pembayaran iuran PBPU Pemerintah Daerah yang lunas hingga September 2025.
Selain tingkat provinsi, UHC Awards 2026 juga diberikan kepada 397 kabupaten dan kota di Indonesia. Rinciannya, 75 daerah meraih kategori utama, 192 daerah kategori madya, dan 130 daerah kategori pratama. Penilaian dilakukan secara objektif dengan indikator utama meliputi cakupan kepesertaan JKN, tingkat keaktifan peserta, pendaftaran penduduk segmen PBPU Pemerintah Daerah, serta kepatuhan pembayaran iuran hingga September 2025.
Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi yang dinilai progresif dalam pemenuhan hak dasar kesehatan masyarakat. Capaian tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau.
Usai menerima penghargaan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin menyampaikan bahwa capaian UHC kategori madya merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.
“Alhamdulillah, kita meraih kategori Madya. Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, penghargaan ini harus dijadikan pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan.
“Kami terus berkontribusi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder. Harapan kami, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik dan meningkatkan capaian ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan bahwa UHC Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan keberpihakan pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan yang setara, berkelanjutan, serta melindungi masyarakat dari risiko finansial akibat masalah kesehatan.
Menurutnya, Universal Health Coverage bukan semata capaian angka kepesertaan, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan cakupan jaminan kesehatan tercepat di dunia.
“Dalam waktu sekitar satu dekade, Indonesia berhasil mencapai Universal Health Coverage melalui Program JKN dan kini menjadi rujukan bagi berbagai negara,” ujarnya.
Penganugerahan UHC Awards 2026 sejalan dengan Tujuan Ketiga Sustainable Development Goals (SDGs), yakni menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. Pemerintah berharap penghargaan ini dapat menjadi teladan sekaligus motivasi bagi daerah lain untuk terus memperluas cakupan kepesertaan serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
















