headline9.com, BANJARMASIN – Ratusan kepala desa dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan menghadiri kegiatan silaturahmi daerah yang digelar Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Jumat (7/3/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 700 kepala desa dari 10 kabupaten tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antar kepala desa sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Desa Bersatu, Adrizal, menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Menurutnya, kekuatan desa sangat menentukan ketahanan bangsa, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
“Momentum ini menjadi sangat penting, karena desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Di tengah gejolak geopolitik dunia yang sedang memanas, kita membutuhkan desa yang kuat dan mandiri agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Adrizal.
Ia menambahkan, pembangunan nasional sejatinya dimulai dari desa. Karena itu, peran kepala desa menjadi sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi desa, serta menjaga stabilitas sosial.
Adrizal juga mencontohkan keberhasilan Desa Ponggok sebagai model pembangunan desa berbasis potensi ekonomi lokal melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Desa Ponggok menjadi contoh sukses pembangunan desa berbasis ekonomi lokal dan BUMDes. Tentunya kita berharap pengalaman membangun desa tersebut dapat ditularkan kepada seluruh kepala desa di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan,” katanya.
Menurut Adrizal, tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia” memiliki makna besar bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa harus terus diperkuat.
Ia juga mengapresiasi kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, termasuk dukungan dari pemerintah daerah serta instansi vertikal yang turut memberikan materi dan wawasan kepada para kepala desa.
Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Kalimantan Selatan yang juga Pembakal Desa Pasar Lama Kabupaten Banjar, Ahmad Rijali Nasution, mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi dan kebersamaan antar kepala desa di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, kebersamaan antar kepala desa menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan desa.
“Silaturahmi ini tentunya menambah keakraban para kepala desa di Kalimantan Selatan, termasuk dengan organisasi lain seperti PPDI dan perangkat desa lainnya. Harapannya, kebersamaan ini bisa menjadi kekuatan untuk memajukan desa serta mendukung visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas berbagai isu strategis pembangunan desa, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa yang transparan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat melalui BUMDes, BUMDesma, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, turut disinggung rencana pengembangan Koperasi Merah Putih di sejumlah desa di Kalimantan Selatan. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa, meskipun masih menghadapi kendala ketersediaan lahan strategis untuk pembangunan fasilitas koperasi.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, para kepala desa di Kalimantan Selatan diharapkan semakin solid serta memiliki semangat baru untuk membangun desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

