Headline9.com, MARTAPURA – DPRD Kabupaten Banjar mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Pungutan Liar (Pungli) sebagai langkah tegas memberantas praktik premanisme yang meresahkan pedagang di Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS), Kecamatan Martapura.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora, menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk oknum yang terlibat praktik premanisme.
“Tidak ada yang kebal hukum. Saya mantan tentara pun tidak kebal hukum,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Satpol PP, Bagian Perekonomian dan SDA, Bagian Hukum, serta Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), di Gedung DPRD Banjar, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, tindakan tegas harus diambil terhadap pihak-pihak yang meresahkan dan mengganggu kenyamanan pedagang di PPS Martapura.
“Kalau ada oknum yang meresahkan, harus ditindak tegas. Negara ini tidak boleh kalah dengan premanisme. Kita negara hukum,” tegasnya.
Menurut Irwan, Satgas Anti-Pungli nantinya tidak hanya melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tetapi juga akan diperkuat unsur TNI dan Polri guna meningkatkan efektivitas penindakan.
Ia juga mengingatkan agar pembentukan Satgas tidak bersifat sementara.
“Jangan sampai hanya ‘panas-panas tahi ayam’. Harus berkelanjutan agar pedagang benar-benar merasa aman dan nyaman. Usulan ini akan kami sampaikan ke pimpinan,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Berdasarkan hasil RDP, dugaan praktik pungli di PPS Martapura dinyatakan benar adanya, dengan nominal bervariasi.
“Nilainya sekitar Rp10.000 hingga Rp40.000. Bahkan, pedagang yang menolak membayar diancam lapaknya akan ditempati orang lain. Ini fakta yang disampaikan,” ungkap Irwan.
Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan Satgas tersebut.
“Pembentukan Satgas ini sangat kami dukung untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang, serta mencegah praktik pungli oleh oknum,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran Satgas Anti-Pungli mampu menjamin keamanan dan ketertiban aktivitas perdagangan di PPS Martapura.
Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah








