headline9.com, BANJARBARU – RSD Idaman Banjarbaru mengisi peringatan Hari Demam Berdarah Nasional (HBDN) dengan edukasi kesehatan langsung di ruang tunggu poli klinik, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menyasar pasien dan pengunjung rumah sakit sebagai upaya meningkatkan kesadaran bahaya DBD.
Edukasi bertujuan memberikan pemahaman soal pentingnya pencegahan DBD. Tiga poin utama ditekankan: penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi.
Materi disampaikan oleh dr. Caria Putut Mayang. Ia menjelaskan langkah-langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran demam berdarah.
Kegiatan ini didukung mitra yang turut berkontribusi dalam edukasi pentingnya menjaga hidrasi tubuh.
Pantauan di lokasi, ruang tunggu poli klinik RSD Idaman cukup ramai saat sesi berlangsung. Beberapa pasien terlihat menyimak sambil memegang brosur.
Yang menarik, kegiatan tidak berlangsung satu arah. Ada sesi tanya jawab interaktif setelah penyampaian materi. Pasien dan pengunjung tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar gejala DBD dan cara membedakannya dengan penyakit lain.
dr. Caria Putut Mayang menjawab satu per satu dengan bahasa yang mudah dipahami. Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri sendi atau muncul bintik merah.
“Jangan tunggu parah. DBD bisa cepat memburuk jika terlambat ditangani,” ujarnya di tengah sesi.
RSD Idaman memilih lokasi ruang tunggu poli klinik karena dinilai strategis. Banyak pasien dan pengunjung yang sedang menunggu antrean bisa langsung mendapat informasi.
Sebelumnya, RSD Idaman juga rutin menggelar edukasi serupa setiap musim penghujan. Hanya saja untuk peringatan HDBN kali ini, rumah sakit sengaja mengemasnya lebih interaktif dengan sesi tanya jawab.
Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSD Idaman (jika ada, tidak disebut dalam naskah) berharap edukasi seperti ini bisa mengurangi angka kasus DBD di Banjarbaru. Data dari Dinas Kesehatan Banjarbaru menunjukkan kasus DBD cenderung naik pada awal tahun.
Meski kegiatan hanya berlangsung sekitar dua jam, antusiasme peserta cukup tinggi. Beberapa pengunjung bahkan mengaku baru tahu pentingnya menjaga cairan tubuh selain memberantas jentik nyamuk.
“Selama ini saya cuma tahu 3M (Menguras, Menutup, Mengubur). Ternyata minum air putih yang cukup juga penting karena DBD bikin dehidrasi berat,” kata seorang pasien yang ikut dalam sesi tanya jawab.
RSD Idaman berencana melanjutkan edukasi serupa di area lain rumah sakit secara bergiliran. Tujuannya menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa harus menggelar acara besar di aula.
dr. Caria Putut Mayang menambahkan, langkah pencegahan paling efektif tetap memutus rantai penularan melalui pemberantasan sarang nyamuk. Namun tidak ada salahnya masyarakat juga memperkuat daya tahan tubuh dengan hidrasi dan istirahat cukup.
“Nyamuk Aedes aegypti bisa menggigit kapan saja. Jadi kewaspadaan harus terus ada,” tutupnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian leaflet dan masker gratis kepada peserta. RSD Idaman juga menyediakan minuman gratis di sudut ruang tunggu sebagai contoh praktik menjaga hidrasi.









