BerandaBalanganDesa Lamida Bawah Jadi Lokus Penilaian TPK2D, Optimalkan 29 Indikator Kualitas Keluarga

Desa Lamida Bawah Jadi Lokus Penilaian TPK2D, Optimalkan 29 Indikator Kualitas Keluarga

headline9.com, BALANGAN – Desa Lamida Bawah, Kecamatan Paringin, ditetapkan sebagai lokus penilaian lomba Tim Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (TPK2D) Kabupaten Balangan, Senin (4/5/2026), dengan fokus pada pemenuhan 29 indikator guna mendorong peningkatan kualitas keluarga berbasis desa.

Mewakili Bupati Balangan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Rahmadi, mengatakan penetapan Desa Lamida Bawah sebagai lokus diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam meningkatkan indeks kualitas keluarga.

“Jika memang ada kekurangan, tolong disampaikan agar kami mengetahui apa saja yang perlu dibenahi dan dapat segera mencari solusinya,” ujarnya.

Menurutnya, proses penilaian ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bersama untuk memperbaiki program pembangunan keluarga secara berkelanjutan di tingkat desa.

BACA JUGA :  Bupati Balangan : Rekrutmen Tenaga Kontrak Utamakan Putra - Putri Daerah

Sementara itu, tim penilai TPK2D Provinsi Kalimantan Selatan, Rosda, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan lima dimensi utama dengan total 29 indikator yang harus dipenuhi oleh desa yang menjadi lokus.

“Terkait penilaian TPK2D di Kabupaten Balangan, kita ini ada lima dimensi dan 29 indikator yang harus dipenuhi oleh yang menjadi lokus dari penilaian yang dimaksud,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahapan penilaian mencakup bimbingan teknis, rapat koordinasi, hingga verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian data dan implementasi program di masyarakat.

BACA JUGA :  Serahkan Sembako Di 2 Ponpes, GOW Balangan Imbau Taat Prokes dan Vaksinasi

Kepala Desa Lamida Bawah, Yuliadi, menyampaikan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan.

“Dari 29 indikator itu, perbaikan terus kami lakukan. Warga yang belum memiliki buku nikah difasilitasi melalui isbat nikah, dan untuk Kartu Identitas Anak yang sebelumnya masih ada sekitar 20 anak, kini sudah terpenuhi,” katanya.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan serta partisipasi aktif masyarakat desa yang turut berperan dalam menyukseskan program peningkatan kualitas keluarga.

Penilaian TPK2D ini diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam memperkuat pembangunan berbasis keluarga, sekaligus mendorong terciptanya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya di Kabupaten Balangan.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular