headline9.com, MARTAPURA – PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar memperketat pengamanan jaringan distribusi air bersih untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut yang dilintasi pipa perusahaan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Jalan Gubernur Syarkawi. Kawasan tersebut memiliki jaringan pipa PTAM Intan Banjar yang berisiko terdampak kebakaran lahan gambut saat musim kemarau.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengatakan pemantauan dilakukan terhadap titik api di sekitar jalur pipa, termasuk yang mulai mendekati jaringan distribusi.
“Petugas kami tugaskan untuk memantau titik-titik api yang mendekati jalur pipa milik PTAM Intan Banjar,” ujar Mahyuni.
Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah kerusakan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan air bersih kepada pelanggan. Ancaman di lahan gambut perlu diwaspadai karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah dan mendekati jaringan pipa.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, PTAM Intan Banjar berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dalam menangani titik api di sekitar jalur distribusi. Kolaborasi serupa sebelumnya dilakukan di kawasan Gambut melalui pemadaman dan pembasahan lahan yang berpotensi mengancam jaringan perusahaan.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, sebelumnya menyampaikan bahwa sekitar 30 personel disiagakan setiap hari secara bergiliran untuk mengamankan sarana dan prasarana perusahaan dari ancaman karhutla.
Kesiapsiagaan tersebut melibatkan karyawan dari berbagai bagian, termasuk pejabat struktural. Mereka mendapat jadwal piket di posko karhutla sebagai bagian dari upaya pengamanan bersama.
Kepala Bagian Sekretariat, Teknologi Informasi (TI), dan Pengolahan Data PTAM Intan Banjar, M. Aulia Rahman, S.Kom., mengatakan dirinya turut menjalani jadwal siaga bersama karyawan lainnya.
“Kebetulan Kamis malam ini, malam Jumat ya. Kami ikut siaga di posko Karhutla. Kemudian Sabtu malam lagi jadwal kami,” ungkap Rahman.
Menurutnya, sistem piket bergiliran merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama agar pengamanan aset perusahaan tidak hanya bergantung pada petugas teknis.
Di lapangan, penanganan titik api diprioritaskan pada area yang berpotensi mengancam fasilitas dan jaringan distribusi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api menjalar hingga merusak pipa.
Hingga kini, jaringan dan utilitas PTAM Intan Banjar masih dapat diamankan. Meski demikian, pemantauan dan koordinasi terus diperkuat karena titik api dapat sewaktu-waktu mendekati jalur pipa.
Pengamanan jaringan menjadi penting karena kerusakan pipa tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga dapat mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat. PTAM Intan Banjar pun terus meningkatkan kesiapsiagaan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.







