BerandaRSDIWapres Gibran Pastikan Layanan Kesehatan Siap Hadapi Dampak Karhutla

Wapres Gibran Pastikan Layanan Kesehatan Siap Hadapi Dampak Karhutla

headline9.com, BANJARBARU – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau kesiapan layanan kesehatan menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). Ia meminta fasilitas kesehatan memastikan pelayanan, obat, oksigen, tenaga medis dan sistem rujukan tersedia, terutama bagi kelompok rentan.

Peninjauan dilakukan di tengah tingginya kejadian karhutla di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 10 September 2026, tercatat 2.963 kejadian dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 20.206,06 hektare.

Banjarbaru menjadi salah satu daerah dengan frekuensi kejadian tertinggi. Tercatat 588 kejadian karhutla dengan perkiraan luas lahan terdampak mencapai 2.539,97 hektare.

Gibran menekankan penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak asap. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan penyandang disabilitas.

“Dalam penanganan karhutla, menjaga keselamatan dan kesehatan warga, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas adalah penting,” tegasnya.

Menurut Gibran, rumah sakit harus memiliki kesiapan operasional ketika terjadi peningkatan pasien akibat paparan asap. Ketersediaan obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan hingga mekanisme rujukan perlu dipastikan.

BACA JUGA :  Inovasi Digital: Banjarbaru Resmi Luncurkan Mal Pelayanan Publik untuk Akses Lebih Mudah

“Rumah sakit harus siap, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan. Obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan harus dipastikan tersedia ketika dibutuhkan,” paparnya.

Selain fasilitas kesehatan, Gibran meminta edukasi kepada masyarakat diperkuat. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang perlu terus disampaikan ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.

“Tolong tingkatkan edukasi masyarakat, utamanya dalam menggunakan masker,” pintanya.

Ia juga mengapresiasi dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan selama kondisi karhutla.

“Terima kasih untuk Bapak-Ibu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang terus melayani masyarakat selama kondisi karhutla,” ucap Wapres.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga berbincang dengan sejumlah pasien dan keluarga pasien. Siti Fatimah, ibu yang mendampingi anaknya menjalani perawatan karena batuk dan pilek, mengatakan pelayanan di RSDI berjalan baik.

“Di sini bagus [penanganan pasiennya], karena saya juga lahirnya di sini, kan. Jadi anak-anak di sini juga kalau sakit,” papar Siti.

Sementara itu, Puji Lestari, ibu hamil yang ditemui Gibran, menceritakan langkah yang dilakukannya untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama asap tebal. Ia membatasi aktivitas di luar rumah, mengonsumsi vitamin dan rutin memeriksakan kehamilan.

BACA JUGA :  RSD Idaman Gelar Siapkan 100 Paket Sembako Untuk Pendonor Darah

“Jadi saya tidak ke mana-mana, minum vitamin saja dari puskesmas. Sudah periksa hamil rutin. Minum kalsium juga dari puskesmas,” imbuh Puji.

Ia juga mengaku terharu bisa berbincang langsung dengan Wapres.

“Tadi ditanya-tanya sama Pak Wakil Presiden Gibran, Pak Gibran. Tidak nyangka, di depan mata,” ungkapnya.

Dampak asap juga dirasakan pasien anak yang menjalani perawatan di RSDI. Aira, pelajar asal Martapura, telah dua hari dirawat setelah mengalami batuk, pilek dan demam. Keluhan tersebut muncul setelah ia terpapar asap cukup tebal saat hendak berangkat sekolah.

Kepala Staf Medis Fungsional Anak RSDI, Dr. dr. Harapan Parlindungan Ringoringo, Sp.A, Subsp.H.Onk(K), berharap penanganan karhutla segera mengatasi sumber kebakaran sekaligus memperkuat mitigasi untuk mengurangi dampak asap.

“Bagaimana caranya ini asap segera berhenti, entah pakai hujan buatan, entah pakai apa, karena sumber utamanya kan kebakarannya. Berikutnya, harapannya ya mitigasi,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi asap tahun ini terasa lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau saya pribadi, di sini sudah 30 tahun. Sekitar 3-4 tahun sekali kayak begini. Tidak setiap tahun, tapi yang saat ini memang luar biasa dibandingkan tahun lalu,” katanya.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular