headline9.com, BANJARBARU – Distribusi air bersih kepada pelanggan PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar di Banjarbaru dan Martapura Kota sangat bergantung pada pasokan air baku dan air curah dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pasokan dari SPAM Banjarbakula diterima PTAM Intan Banjar untuk diolah, ditampung, kemudian didistribusikan kepada pelanggan melalui jaringan perpipaan.
Dalam kondisi normal, operasional SPAM Banjarbakula berjalan baik sehingga kebutuhan pasokan air baku dan air curah dapat terpenuhi. PTAM Intan Banjar selanjutnya mengatur proses pengolahan dan distribusi dengan tekanan jaringan yang relatif stabil.
Namun, gangguan pada operasional SPAM Banjarbakula dapat berdampak langsung terhadap pelayanan air bersih. Gangguan tersebut antara lain berupa penurunan debit, kendala produksi, pemeliharaan instalasi, gangguan listrik, kebocoran jaringan, hingga masalah kualitas air baku.
Jika pasokan air baku maupun air curah berkurang atau terhenti, volume air yang dapat didistribusikan PTAM Intan Banjar juga berpotensi menurun.
Dampaknya, tekanan air dalam jaringan bisa melemah, aliran air mengecil, bahkan sejumlah wilayah berpotensi tidak mendapatkan aliran air untuk sementara waktu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelancaran pelayanan air bersih PTAM Intan Banjar di Banjarbaru dan Martapura Kota tidak terlepas dari keberlangsungan operasional SPAM Banjarbakula.
Karena itu, gangguan pada sistem penyediaan air tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pasokan air bersih yang diterima pelanggan.







