Kalsel Jadi Percontohan Integrasi Sawit Sapi

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu daerah percontohan secara nasional program integrasi sawit sapi.

Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Perternakan Kalsel dinilai telah berhasil meningkatkan efisiensi pengolahan lahan perkebunan sekaligus penyediaan pakan ternak.

Dalam pengembangan program ini pemerintah telah menerapkan bersama empat perusahaan perkebunan besar sawit di kalsel seperti PT Buana Karya Bhakti (BKB) di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.

“Pemerintah menargetkan pengembangan sektor peternakan minimal lima ekor untuk tiap hektare kebun sawit. Kemudian Kalsel perkebunan sawit tercatat seluas 530 ribu hektare. Jika 25% saja kita terapkan program ini, maka Kalsel akan jadi swasembada ternak,” jelas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi, kepada awak media, Selasa (22/12) siang.

Sementara itu, Suparmi mengatakan, ada beberapa program yakni usulan program strategis percepatan swasembada sapi di Kalsel yang mana bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi dan kerbau.

Selain itu Disbunnak Kalsel akan melanjutkan program peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR) pada tahun 2021 mendatang.

Dikatakan Suparmi peremajaan kelapa sawit 2020 yang telah terealisasi seluas 3.300 hektar, dan 2021 ditargetkan seluas 6.600 hektar.

“Tujuan peremajaan tanaman kelapa sawit rakyat ini untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meningkatkan pendapatan petani sawit,” ungkapnya.

Persyaratan ikut program PSR, lanjutnya, antara lain masyarakat harus kelembagaan pekebun dan legalitas lahan tidak dalam sengketa. Setelah syarat terpenuhi baru dapat Rekomtek (rekomendasi teknis) dari Disbunnak Kalsel.

“Silakan bagi masyarakat pemilik kebun kelapa sawit untuk dapat ikut program peremajaan dengan mendaftar di dinas perkebunan kabupaten/kota atau provinsi,” ucap Suparmi.

Diketahui program telah berjalan sejak 2018 lalu dengan lokasi di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjar serta di tahun 2021 Batola juga masuk dalam program PSR.