Home » MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Digelar Secara Virtual

MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Digelar Secara Virtual

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

HEADLINE9.COM, KALSEL – Musabaqah Tilawatil Qur’an XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan digelar Rabu (7/4/2021) hingga Jum’at (9/4/2021) secara virtual.

Hal ini diungkapkan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA dalam jumpa pers secara daring melalui Aplikasi Zoom Meeting, Selasa (6/4/2021) sore.

“Seluruh kafilah mengikuti MTQ secara virtual di kabupaten kota masing-masing . Besok akan dimulai, dari 11 cabang musabaqah yang diperlombakan , keseluruhannya dilakukan dengan virtual menggunakan video streaming dari berbagai aplikasi sebagaimana dipersyaratkan oleh panitia dan LPTQ,” ujar Safrizal didampingi karo ops mewakili Kapolda Kalsel, asisten dan LPTQ.

Safrizal menegaskan tempat pelaksanaan lomba di tempat masing-masing diatur sesuai protokol kesehatan (prokes).

Untuk pengaturan teknis lebih lanjut, LPTQ akan melakukan briefing, Selasa (6/4/2021) malam ini.

Demikian juga dengan juri akan secara terpusat dilakukan di Kabupaten Tanah Bumbu dengan semua proses menaati prokes.

“Semua proses lomba telah dilakukan simulasi sesuai standar protokol kesehatan. Misalnya, disediakan tempat cuci tangan dan tempat pelaksanaan telah didisinfektan, dan yang jelas tanpa disaksikan penonton secara langsung,” jelas Safrizal.

Penyelenggaraan lomba dilaksanakan dengan peserta yang mengikuti dari tempat asal masing-masing selama 3 hari. Bagi warga yang ingin menyaksikan atau mendengarkan, bisa melalui media dan kanal yang tersedia.

Disaksikan secara streaming melalui Kanal Youtube, radio maupun siaran televisi yang bekerjasama dengan lembaga pengembangan tilawatil Qur’an (LPTQ).

“Nanti kami minta panitia untuk membuka kanal Youtube, agar masyarakat bisa melihat.  Bukan hanya 1 kanal, tetapi sesuai juga dengan yang diperlombakan. Panitia dan diskominfo akan membantu menyiapkan IT agar prosesnya lancar dan tetap dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Sehingga MTQ tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid,” ujarnya.
Selain itu, tambah Safrizal,  waktu pelaksanaan dipersingkat dengan perubahan metode

MTQ kali ini tidak ada babak penyisihan agar peserta  tidak tampil berkali-kali. Sistem lomba menggunakan sistem gugur sehingga acara langsung dimulai dan cepat berakhir hingga 9 April 2021.

Kafilah yang menjadi juara tingkat provinsi akan mewakili Kalsel pada MTQ tingkat nasional bulan Oktober nanti.

“Jika kita sukses menyelenggarakan MTQ secara virtual ini, maka dapat menjadi model bagi daerah lain yang juga menyelenggarakan MTQ tingkat provinsi dan sama-sama bersiap untuk tingkat nasional,” terang pj gubernur.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemkab dan pemko di seluruh Kalsel agar mencegah kerumunan. Dan apabila pelaksanaan virtual  juga menimbulkan kerumunan, maka satgas penanganan Covid tingkat provinsi dapat menghentikannya sewaktu-waktu.

Untuk itu, dia meminta partisipasi warga untuk menyaksikan di rumah dari kanal yang telah disiapkan.

“Dan panitia tingkat kabupaten kota, selain untuk yang berlomba, panitia tidak menyediakan fasilitas untuk  menonton langsung di tempat acara atau tempat pelaksaan MTQ. Silakan nonton lewat gadget atau tempat masing-masing. Maka syiar islam tetap kita dapatkan dan kita memilili duta kafilah sebagai wakil  Kalsel di tingkat nasional. Sekaligus mencegah penularan Covid 19 yang masih terjadi di Provinsi Kalsel,” bebernya.

Bagi kafilah yang terkonfirmasi positif, pihaknya menyerahkan pengaturannya kepada panitia.

Yang jelas, imbuhnya,  peserta yang positif Covid -19 dilarang mendatangi tempat pelaksanaan lomba atau dilarang keluar dari isolasi/karantina.

“Apakah nanti panitia memperkenankan peserta yang positif Covid mengikuti lomba  dari tempat isolasi atau karantina, nanti akan dijelaskan oleh pantia. Berdasarkan prokes, jika panitia memperkenankan, maka alat yang digunakan harus didisenfektan terlebih dahulu ,” tuturnya.

Ditambahkannya, alat yang digunakan peserta selama lomba tidak akan terlalu ekslusif, bahkan bisa dengan menggunakan gadget atau laptop. Persyaratan lainnya, bagi peserta positif Covid-19 yang dapat ikut berkompetisi dalam MTQ adalah cukup sehat dan  gadget dapat dimasukkan ke ruangan karantina atau isolasi serta tersedia sinyal internet yang baik.

Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, misalnya kafilah bergejala/tidak cukup sehat, tempat karantina tidak aman /tidak refresentatif, atau sinyal di tempat isolasi /karantina tidak memadai, maka kafilah tidak dapat diikutkan. Seperti diketahui, MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Kalsel yang direncanakan digelar secara langsung mulai Sabtu 3 April hingga 8 April di Kabupaten Tanah Bumbu ditunda pelaksanaannya.

Kafilah dan panitia yang terlanjur sudah berada di Tanah Bumbu dipulangkan ke daerah asal. Sedangkan kafilah yang terkonfirmasi positif yang sudah berada di Tanah Bumbu masih dirawat di fasilitas karantina sampai sembuh.

Penundaan tersebut dilakukan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA berdasarkan kesepakatan dengan forum koordinasi pimpinan daerah provinsi dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Pertimbangannya adalah demi keselamatan masyarakat.  Pelaksanaan MTQ secara langsung berpotensi menimbulkan kerumunan.  Adanya kerumunan sangat beresiko menjadi tempat penularan yang menyebabkan penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Baca Juga