Minggu, April 6, 2025
BerandaBanjarGuru Khalil Kukuhkan 212 Kelompok Tani se-Kecamatan Sungai Tabuk

Guru Khalil Kukuhkan 212 Kelompok Tani se-Kecamatan Sungai Tabuk

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar terus memverifikasi kelembagaan kelompok tani se-Kabupaten Banjar. program revitalisasi itu menyentuh 2.079 kelompok tani yang berada di seluruh kecamatan, evaluasi ini belum selesai. Sampai hari ini, terus berlangsung sampai mengerucut atau menyisakan kelompok tani yang benar-benar aktif beraktivitas.

Adapun yang selesai adalah kelompok tani yang berada di Kecamatan Sungai Tabuk, sebanyak  212 kelompok tani itu dibagi dalam tiga golongan yaitu kelas pemula 148 kelompok, kelas lanjut  63 KELOMPOK, dan kelompok tani kelas madya baru 1 kelompok.

BACA JUGA :  Banjir di Gambut Surut, Jadi Alasan Tak Bangun Dapur Umum

Mereka inilah yang dikukuhkan langsung oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman setelah tanam perdana padi bibit unggul dan bawang merah di lokasi persawahan milik Kelompok Tani Bina Guna, Desa Pejambuan, Kecamatna Sungai Tabuk, Selasa (30/10) siang.

“Ada Kelompk Tani yang sudah lama tidak aktif dan ditemukan juga desa yang belum memiliki kelompok tani. Yang bisa dibina tentu kami tingkatkan kelembagaannya,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar HM Fachry.

Bupati Banjar H Khalilurrahman menegaskan, kelompok tani memegang peranan penting dalam keberhasilan pembangunan pertanian. Kelompok Tani merupakan penggerak utama dan ujung tombak untuk mencapai kemajuan pertanian.

BACA JUGA :  Rumah Terendam, Ayah dan Anak Tewas Tersetrum Listrik

Oleh karena itu, kelompok tani merupakan asset yang berharga. Dan, mengingat di kabupaten Banjar pertanian menjadi basis sektor pembangunan maka dirinya sangat mendukung terhadap pembinaan dan perkembangannya, supaya menjadi kelompok tani yang maju dan mandiri.

“Kepada Kelompok Tani yang baru dikukuhkan betul-betul menjalankan fungsi kelompok taninya, kalau bisa rangkul para generasi muda di wilayah ini agar sektor pertanian kita tidak mengalami krisis regenerasi,” pungkasnya. (syafii)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular