GAPKI Kalsel Berkomitmen Terhadap SDGs

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, NUSA DUA – Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel berkomitmen melakukan pengembangan strategis industri sawit dan produk turunannya ke depan harus berdampak pada pembangunan ekonomi berkelanjutan (economical sustainability), pembangunan lingkungan berkelanjutan (environmental sustainability) dan pembangunan sosial berkelanjutan (social sustainability) untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Ketua GAPKI Kalsel, Totok Dewanto didampingi Sekretarisnya Hero Setiawan mengatakan bahwa komitmen industri kepala sawit untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) seperti harapan global juga dilakukan GAPKI Kalsel.

“Salah satu uapaya GAPKI Kalsel mendukungnya yaitu membawa puluhan petani plasma di ajang 14th Indonesian Palm Oil Confrence IPOC 2018,” ujarnya.

Puluhan petani plasma dari Kalsel dibawa supaya mendukung pengembangan sektor kelapa sawit bisa berkontribusi kepada SDGs (Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) di daerah masing-masing.

BACA JUGA :  Pandemi, Sultan Jamamuddin Minta HIPMI Mengambil Peran Dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia

Sementara Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono mengungkapkan bahwa komitmen industri kepala sawit untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) seperti harapan global sangat besar.

Karena itu, 14th Indonesian Palm Oil Confrence (IPOC), sengaja mengangkat tema “Indonesia Palm Oil Development: Contribution to Development Goals (SDGs)”.

“Nantinya pembangunan lingkungan berkelanjutan, setiap industri kelapa sawit harus berorientasi pada pengembangan industri rendah emisi,” ujarnya.

Berbagai persoalan global masih membayangi industri sawit pada tahun ini, di antaranya akibat perang dagang Amerika dengan Cina. Hambatan tarif perdagangan serta kampanye hitam. Tetapi, tantangan ekonomi global tersebut tidak terlalu berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi industri kelapa sawit.

BACA JUGA :  Sandang Gelar Pahlawan, Berikut Cerita Pangeran Mohammad Noor yang Lolos dari Ledakan Bom di Pertempuran Surabaya

Tahun 2018 ini, iklim bisnis industri kelapa sawit di Indonesia masih positif. Berdasarkan komparasi tahun 2017, sampai Oktober 2018 ini, aktivitas ekspor kelapa sawit Indonesia meningkat sampai 4 persen dengan income mencapai US$ 2.1 juta.

Sedangkan di akhir tahun 2018 aktivitas ekspor ditargetkan mampu meningkat sampaimencapai 7 persen dengan income mencapai US$ 2.9 juta.

Mendorong produktivitas dan pendapatan industri sawit tahun depan, pemerintah dan industri akan melakukan tiga strategi. Pertama, mengembangkan iklim yang semakin kompetitif antara negara dan industri dalam produktivitas dan harga kelapa sawit.

Kedua, mengembangkan pangsa pasar baru dan fasilitas infrastruktur lebih baik lagi dan terakhir melakukan kampanye positif terhadap industri kelapa sawit secara masif. (mbur)

Baca Juga