Meski Pandemi Program SIKOMANDAN Kalsel Terus Kejar Target

HEADLINE9.COM,BANJARBARU – Program Sapi Kerbau Komoditas andalan Negeri (SIKOMANDAN) di Kalimatan Selatan memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Dengan adanya program Sapi Induk Wajib Bunting ini diharapkan dapat menggenjot jumlah populasi ternak sapi dengan pola inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik.

SIKOMANDAN adalah program lanjutan dari Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai 2019. Sedangkan, sejak tahun 2020 menjadi program Sikomandan.

“Program ini merupakan Program Strategis Nasional yang sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan sebagai upaya meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau guna percepatan swasembada daging di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Sekretaris Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan, Rina Savita, Selasa (4/5/2021).

Pelaksanaan capaian kumulatif SIKOMANDAN Provinsi Kalimantan Selatan per-Januari – 2 Mei 2021 dengan target Realisasi Akseptor IB sebanyak 11.618 ekor dengan Target Akseptor 35.000 ekor (33,19 %). Lalu Realisasi Bunting sebanyak 11.130 ekor dengan Target Bunting 23.565 ekor (47,23 %) dan Realisasi Lahir 8.340 ekor dengan Target Lahir 21.209 ekor (39,32  %).

“Nilai pendapatan peternak ini akan terus bertambah seiring pertambahan angka kelahiran, pertambahan umur dan berat badan sapi pada saat dijual pada umur siap potong atau bakalan,” terangnya.

Pihaknya berharap produksi sapi di Kalsel, lebih banyak dan mampu mencukupi kebutuhan, juga berdampak pada peningkatan pendapatan para peternak.