Home ยป “Bar Jalanan” Tempat Makan Pejuang Nafkah Jalanan Yang Diusung Sesama Movement

“Bar Jalanan” Tempat Makan Pejuang Nafkah Jalanan Yang Diusung Sesama Movement

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Mengusung konsep “Bar Jalanan”, Sesama Movement menggelar gerakan makan gratis pada Jumat (27/3) yang diberi tajuk Bar On The Street (BOTS). Lokasi kali ini berada di wilayah Kota Banjarbaru.

Memboyong meja dan kursi beserta mini bar yang sudah didesain sedemikian rupa. Sekelompok anak muda penggiat aksi sosial ini membagikan puluhan makanan gratis kepada para pejuang nafkah di jalanan. Semisal tukang becak, tukang ojek, pengepul barang bekas dan yang lainnya.

Membuka lapak di bahu jalan, mereka menyajikan paket makan gratis dengan beberapa menu. Hidangan yang dibagikan sendiri dikemas tanpa kotak. Yang mana mereka menggantinya dengan piring serta gelas dari bahan kertas sekali pakai.

Menurut Project Leader Sesama Movement, Muhammad Rifani, konsep BOTS pada dasarnya adalah aksi sosial berbagi makan gratis kepada pejuang jalanan. Namun, pihaknya berkeinginan menyuguhkan pengalaman yang berbeda dari biasanya.

“Tentu tak ada yang salah dari berbagai makanan gratis, apapun bentuknya itu. Karena esensinya atau tujuannya kan berbagi. Cuman, kita kepinginnya ada sesuatu yang berkesan, nah akhirnya kami inisiasi Bar On The Street ini,” katanya.

Sesuai nama, BOTS kata Rifani dibuat sedemikian rupa dengan konsep Bar Jalanan.

“Makanya kita tak ada skema nasi kotak lalu dibagi, kita ingin penerima manfaat bisa santai dan menikmati menu makanannya.”

Untuk lebih menguatkan konsepnya, relawan dari Sesama Movement yang bertugas menyiapkan makanan kata Rifani juga berusaha menampilkan sesuatu seperti di bar-bar atau kafe-kafe. Seperti mengenakan apron hingga cara pelayanannya.

Dalam aksi kemarin, tak sedikit kata Rifani para penerima manfaat yang cukup kaget dengan konsep ini. Karena memang menurutnya bahwa ini bisa dikatakan sebagai konsep anyar.

“Ada yang mengira kalau kita jualan, padahal gratis. Karena memang ada meja sama kursi dan mini barnya kan. Lalu juga ada yang pengin bawa pulang. Bersyukur penerima manfaat sangat senang dan juga lahap menyantap hidangan kita,” bebernya.

Karena masih pandemi, maka BOTS kata Rifani menghindari kerumunan. Sehingga pihaknya hanya menyediakan kapasitas kursi sebanyak empat orang dan itupun sistem bergantian.

“Kita maksimal hanya empat untuk sementara, sembari kita juga memaksimalkan protokol kesehatan dengan menyediakan masker dan hand sanitizer di lokasi,” ungkapnya.

Lalu, ditambahkan oleh PIC program BOTS, Nadya, bahwa dalam aksi pertama ini pihaknya membagikan kurang lebih 40 paket makan dan minum. Yang mana bahwa aksi serupa akan dihelat setiap pekan.

“Kita setiap hari Jumat siang hari. Aksi ini juga bentuk kolaborasi kita dengan para pelaku usaha, khususnya kuliner. Kita ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan memajukan dalam unsur kebaikan,” cerita Nadya.

Menurut Nadya, dalam aksi kemarin misalnya, ada empat usaha kuliner dari Banjarbaru hingga Martapura yang bergabung. Seperti Kedai Sanak, Sukmaraga Kopi, Nyamsir 26 serta Kebab Al Fatih.

Lantas apakah aksi donasi ini hanya terbatas untuk kalangan pelaku usaha kuliner? Nadya menjawab bahwa aksi kolektif ini bersifat terbuka. Artinya siapa saja yang mau berdonasi, baik pelaku usaha atau individu bisa berpartisipasi.

“Aksi kemarin beberapa juga dibantu oleh rekan-rekan. Jadi ini terbuka, kalau kawan-kawan ingin berpartisipasi atau berdonasi berapa saja tentu bisa. Mungkin bisa hubungi kita di akun instagram SesamaMovement, di sana sudah lengkap informasinya,” informasi Nadya. (SesamaMovement)

Narahubung:
+62 895 6059 47305 (Nadya)
[email protected]

Baca Juga