Diburu Sampai ke Tapin, Pelarian Ayah – Anak Pelaku Pengeroyokan Berhasil Ditangkap

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Setelah sempat melarikan diri akhirnya Mujiono (27) alias Yono dan Basrun (53) berhasil ditangkap oleh Tim Anti Preman (Tekap) tadi malam sekitar pukul 22.30 wita

Diketahui kedua tersangka itu merupakan pelaku pengeroyokan dan penganiayaan yang menyebabkan Supiannor (25) atau Anang Upi meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Banjar AKP Sofyan melalui Kanit Resmob Polres Banjar, Ipda Nur Arifin mengatakan, keduanya diamankan di Desa Sungai puting Kecamatan Candaras Utara Kabupaten Tapin.
Dijerat Pasal 170 Jo Pasal 351 ayat 3 KUHP.

“Keduanya kami tangkap tadi malam sekitar pukul 22.30 wita, yang mana aksi pelaku pada Kamis lalu, sekitar pukul 15.30 di Desa Tambak anyar Ulu RT 1 Kecamatan Martapura Timur,” katanya, Sabtu (17/11).

BACA JUGA :  Vaksinasi Banjar Capai 41 Persen

Dijelaskannya, awal kejadian bermula ketika korban Anang Upi dan pelaku Yono serta saksi Hj Faridah mengelar minuman alkohol di samping rumah saksi Hj Fardiah yang ada di Desa Tambak Anyar Ulu, Kecamatan Martapura Timur.
Selanjutnya korban Upi berniat meminjam sepeda motor milik Mujiono atau Yono namun tidak diizinkan atau ditolak.
Akhirnya pelaku dan korban bersitegang dan adu mulut, tidak lama kemudian pelaku Mujiono pulang ke rumahnya yang berada di seberang tempat mereka menggelar minuman keras kemudian kembali mendatangi Anang Upi dengan membawa parang dan antara Yono dan Anang Upi adu fisik.

“Berdasarkan keterangan saksi, Yono menggunakan parang, sedangkan korban yakni Anang Upi tangan kosong. Saksi sempat memisahkan keduanya namun tidak lama kemudian ayah Yono yakni Basrun datang dengan membawa parang dan langsung menebaskan parangnya ke bagian punggung Anang Upi berkali-kali,” jelasnya.

BACA JUGA :  5 Mobil KPK Sambangi Kantor Brimob Banjarbaru

Korban pun tergeletak bersimbah darah, selanjutnya kedua pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Sementara Anggota Polsek Martapura Timur yang menerima informasi langsung menuju TKP dan membawa korban yang tergeletak bersimbah darah ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar. Naas nyawa Anang Supiani tak tertolong setibanya di Ruang Instalasi Gawat Darurat

Barang bukti yang diamankan satu bilah parang tanpa kumpang, hulu terbuat dari kayu warna kuning, satu lembar celana jeans panjang warna biru yang berlumuran darah, satu lembar baju kaos lengan pendek yang bernoda darah.

Baca Juga