Pambakal Teluk Selong Ulu Terima Penghargaan Bupati Banjar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Program Bupati banjar Mengenai penghapusan jamban terapung di bantaran sungai martapura tampaknya didukung penuh oleh masyarakat Desa Teluk Selong, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Hal itu terbukti dengan dihapusnya sebanyak 27 jamban terapung di Desa tersebut dengan cara bergotong royong oleh masyarakat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar pada Hari bakti PU kemarin.

Atas partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program penghapusan jamban terapung itu, Bupati Banjar H Khalilurrahman memberikan piagam penghargaan untuk Desa Teluk selong, yang diserahkan pada Senin (26/11) pagi di halaman Pemkab Banjar.

“Ini bentuk apresiasi kita kepada masyarakat Teluk Selong yang telah berpartisipasi dalam mendukung kesuksesan program penghapusan jamban terapung di bantaran sungai Martapura, ” ujar Bupati Banjar H Khalilurrahman.

BACA JUGA :  Minimal 50 Persen Lahan Pasayangan Tanam Dua Kali

Selain itu Kepala Dinas PUPR M Hilman menuturkan, program penghapusan jamban terapung yang digagas oleh Bupati Banjar itu intinya adalah mengubah kebiasaan masyarakat, dan untuk mengubah kebiasaan itu tentu tidak mudah.

“Karena itu hari ini kita memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan para pambakal atau kepala desa harapannya ini bisa menjadi motivasi kepada yang lainnya, karena  dengan system sanitasi yang baik, kita ingin masyarakat bisa hidup sehat, ”ujarnya.

Sementara Kepala Desa Teluk Selong Syarifuddin mengatakan, Dari target 50, pihaknya berhasil membangun 92 unit dan terbaru hampir 100 unit. Total anggaran yang habis sekitar Rp300 juta. Ia mengaku sangat mendukung program era Guru Khalil yang bercita-cita membersihkan sungai dari Jamban.

BACA JUGA :  TP-PKK Banjar Jalin Kerja Sama Dengan Dinas PMD Banjar

“Total jamban yang diangkat serentak 27 unit. dan masyarakat di Desa saya juga sangat mendukung penghapusan jamban terapung ini, terbukti kemarin mereka bersedia ikut bergotong royong dalam pembongkaran jamban terapung, ” katanya.

Ditambahkannya, satu unit jamban terapung di desa tersebut digunakan oleh sebanyak 15 kepala keluarga, dan sekarang pihaknya telah berhasil membangunkan jamban individual di setiap rumah warganya.(sairi)

Baca Juga