Desa Paau, Budaya dan Panorama Alamnya Manjakan Mata Pengunjung

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Banyak Destinasi dan Spot Budaya serta Legenda Menunggu Traveller

Keindahan Pegunungan Meratus memang sudah tidak terbantahkan lagi, dari puluhan desa yang berada dalam deretan pegunungam tersebut, diantaranya adalah Desa Paau, kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

LINTANG, HEADLINE9.COM

Desa yang berada di Kawasan Waduk Riam Kanan dan termasuk dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam ini memiliki segudang misteri dan panorama alan yang memanjakan mata traveler saat mendatangi desa ini.

Akses menuju desa ini yang paling enak adalah menggunakan klotok melalaui dermaga Waduk Riam Kanan. Perjalanan menuju desa ini sekitar satu jam menggunakan klotok, namun sepanjang perjalanan menuju desa ini selalu disajikan pemandangan apik dengan keragaman hayati.

BACA JUGA :  Kasus Camat Aluh Aluh Dilanjutkan ke Polres Banjar

Desa Paau yang terletak di kaki Gunung Aurbunak ini, hanya dihuni sekitar 600 jiwa penduduk dengan 172 Kepala keluarga.

Saat ini, Paau menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Banjar, yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Desa Paau memiliki potensi wisata yang besar untuk dikembangkan baik panorama alam dan budayanya. Untuk Panorama Alam, jalur lendakian ke gunung Aurbunak menjadi tujuan utama ratusan pecinta hiking, karena untuk menuju puncak Aurbunak, banyak spot yang dapat disinggahi, salah satunya adalah mandin Penyaluhan

Mandin Penyaluhan adalah air terjun yang besar dengan beberaap tingkatan. Air terjun ini sangat indah dan sejuk, sehingga dapat membayar lelah sekitar 5 jam perjalanan kaki dari desa Paau.

BACA JUGA :  Guru Khalil Sampaikan LKPJ 2018

Selain itu, sebelum ke Mandin Penyaluran, kita akan disambut terlebuh dulu oleh Vatu Balian, Kawasan ini memang menjadi salah satu tempat ritual budaya tahunan warga Pauu.

Kawasan ini tepat berada di sisi sungai dengan gugusan bebatuan besar yang menghiasi sungai tersebut.

Budaya masyarakat desa Paau ini memang cukup unik dan layak untuk dilestarikan, karena warganya sangat menghargai alam dan tidakcmau merusak alam dengan keserakahan.

karena Keseharian warga Desa Paau, adalah dengan bertani dan juga sebagian sebagai nelayan, sehingga kehidulan mereka sangat erat kaitannya dengan alam. (bersambung)

Baca Juga