Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Balangan
  4. »
  5. Pemkab Balangan Dorong Gerakan Pengendalian Hama Wereng di Desa Telaga…

Pemkab Balangan Dorong Gerakan Pengendalian Hama Wereng di Desa Telaga Purun

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, PARINGIN – Bupati Balangan Abdul Hadi bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) dan serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melakukan pengamatan di area pertanaman padi Desa Telaga Purun, Kec. Parsel, Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan indikasi serangan hama wereng coklat, Rabu (16/02/22).

Bupati Balangan menilai bimbingan Teknis peningkatan kapasitas Penyuluh dan Petani penting dilakukan sebagai upaya menciptakan penyuluh dan petani yang handal, serta mampu meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Balangan di era pandemi Covid-19 saat ini.

BACA JUGA :  Program Rehab Rumah di Balangan, Desa Mamigang Dapat Jatah 10 Unit

“Alhamdulillah tenaga penyuluh kita sudah melaksanakan bimtek dan siap membina petani-petani kita, Semoga dengan bimbingan dan pembinaan dari penyuluh para petani bisa mengatasi serangan wereng coklat sehingga itu sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian di Telaga Purun” ucapnya.

Sementara, Kepala DKP3 Balangan Ir. Tuhalus juga mengaku bahwa pihaknya melakukan upaya penanganan khusus terhadap penyebaran penyakit hama wereng coklat yang menyerang lahan petani yakni dengan membagikan obat-obatan dan penyemprotan terhadap hama tersebut.

BACA JUGA :  Porang Asal Balangan Tembus Pasar Manca Negara

Tujuan kegiatan ini guna membentuk upaya pemerintah daerah untuk membasmi hama wereng coklat yang menghambat produktivitas padi masyarakat. Suhardi selaku kelompok tani Tabat Harapan mengucapkan rasa syukur karena adanya tanggapan langsung dari pemerintah daerah, tentu kami berharap bantuan ini terus dipermudah dan di perbanyak sehingga bisa mengatasi masalah hama wereng coklat sendiri.

Terakhir Suhardi menambahkan untuk segi perairan ada beberapa kendala yaitu masih ada batas sengketa yang mana untuk insfratukturnya masih belum bisa diperbaiki, ucap Suhardi.

Baca Juga