Pawadahan Nanang Galuh Balangan Berhasil Curi Perhatian Masyarakat Bumi Sanggam

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan dalam hal Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bersama Pawadahan Nanang Galuh Kabupaten Balangan menggelar lomba Bagarakan Sahur dan lomba Fashion Show Muslimah, bertempat di Taman Sanggam Paringin Kabupaten Balangan.

Kegiatan digelar dalam rangka memeriahkan Bulan Suci Ramadhan serta menyambut hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Sabtu 23 April 2022 hingga Minggu 24 April 2022.

Acara yang dipanitiai oleh muda mudi Nanang Galuh Kabupaten Balangan tersebut, ternyata mencuri perhatian masyarakat setempat, ratusan masyarakat berhadir untuk menonton kegiatan.

Puluhan peserta dari berbagai Desa dan Kecamatan mengikuti lomba – lomba tersebut, mereka semua menampilkan kreatifitas masing – masing, unjuk rasa dan bersaing dalam perebutan juara I, II, dan III.

BACA JUGA :  Lima Tahun Berselang, Sayap Bendungan Pitap Awayan Kembali Retak

Ketua pelaksana kegiatan Lomba, Muhammad Aditya Haryadi mengatakan, kegiatan lomba ini direncanakan akan di agendakan menjadi event tahunan.

“Tidak hanya lomba bagarakan sahur, juga ada fashion show muslimah serta ada safari ramadhan, dan bagi-bagi takjil,” ujarnya, Sabtu (25/04/2022).

Terkhusus lomba Bagarakan Sahur ucapnya, semula hanya dibuka untuk 20 Peserta namun melihat minat masyarakat begitu tinggi, maka mereka menambah 10 kouta sehingga menjadi 30 Peserta.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Balangan Akhriani, mengatakan pada sisi festival Ramadhan ini warga memiliki beberapa tradisi kemeriahan, di antaranya kegiatan berburu takjil, pasar Ramadhan, membunyikan petasan dan membangunkan orang sahur.

BACA JUGA :  Pemkab Balangan Pastikan Pupuk Subsidi dan Nonsubsidi Aman Hingga Musim Tanam

“Sisi festival tersebut telah menjadi budaya kita, yang rasanya mustahil untuk tidak kita adakan,” ucap Akhriani

Sebagai budaya, menurutnya wajar saja jika dari masa ke masa mengalami perubahan karena generasi pengusungnya juga berganti-ganti seiring pergantian zaman.

Dia melanjutkan, kalau dulu orang bagarakan sahur dengan membunyikan perkusi dari barang-barang seadanya asal bisa berbunyi dan berjalan kaki berkeliling kampung, sekarang sering didapati sudah beda peralatan dan metodenya.

“Saya tekankan kepada para kreator seni lomba ini, jangan terlalu berharap masyarakat mau menerima panggilan sahur yang kalian lantangkan, tetapi berusahalah sekreatif mungkin untuk membuat panggilan sahur yang dapat diterima oleh masyarakat”, tutupnya. (Ald)

Baca Juga