Sadis…!!! Korban Persekusi Jadi Tersangka Pemenggal Leher kawan Sendiri

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Polres Banjar menggelar Rekonstruksi kasus pembunuhan sadis pada Jumat (29/11/2018) siang sekitar pukul 13.00 di Desa Lok Baintan Dalam Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Tersangka yang berinisial MS (19) tega menghabisi Rahmadi alias Madi (26), teman baiknya dari Tatah Layap dengan cara memenggal leher dan menaruh tubuh korban di semak-semak.

Sedangkan kepala korban di buang tersangka ke bawah jembatan Barito.

Ada 78 adegan yang diperagakan pelaku sebelum dan setelah menghilangkan kepala korban.

Kejadian berawal dari mess tersangka. Dia diantar Sapri, teman pelaku yang jadi saksi menemui korban.

BACA JUGA :  PELITA Ramadan Bantu Korban Kebakaran di Astambul

Pertemuan terjadi di Liang Anggang, Banjarbaru, setelah itu pelaku dan korban secara berboncengan menuju Kalteng.
Masih dijalan, korban menepi, dan kencing di semak belukar Jalan Syarkawi.

“Waktu korban sedang kencing tersangka mengeluarkan parang dari tas. Mendekati korban. Insiden itu terjadi ketika hp korban jatuh dan posisi menjadi menunduk ketika itulah korban menyayat leher korban bagian kanan hingga ke korban terjatuh,” kata Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Sofyan.

Posisi pelaku berada di atas tubuh korban dan sempat membela diri dengan mencekik leher pelaku. Tapi, parang kembali melayang ke bagian leher sebelah kiri korban.

BACA JUGA :  KORPRI Dituntut Perkokoh Integritas dan Tingkatkan Karya dan Inovasi

Akhirnya korban menjadi tengkurap ketika itulah pelaku kembali memotong leher korban hingga putus tanpa ampun.

Ditambahkannya, setelah memenggal kepala korban, pelaku kemudian memasukkan kepala korban ke dalam sebuah tas ransel dan membawanya ke jembatan Barito.

“Pada adegan 47 pelaku berhasil memenggal kepala korban,”katanya

Ditambahkan Sofyan, motif pembunuhan sadis ini murni karena dendam.

“Jadi korban ini sering bully pelaku, dan karena itu pelaku jadi dendam, “ucapnya

Akibat perbuatannya pelaku diancam hukuman seumur hidup penjara.

Baca Juga