Terus Berinovasi, ITS Mandiri Jajaki Program Penempatan Alumni ke Jepang

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, PARINGIN – Yayasan Sapta Bakti Pendidikan (YSBP) terus tingkatkan layanan pendidikan, pihak YSBP tak hanya berikan layanan maksimal kepada Mahasiswa namun juga memberikan peluang pekerjaan besar bagi para alumni mereka.

Hal ini terlihat, melalui Institut Teknologi Sapta (ITS) Mandiri yang lakukan penjajakan kerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banjarbaru Wilayah Kerja Kalimantan Selatan dan Tengah, terkait penempatan alumni untuk bekerja di Jepang

Ketua YSBP yang membawahi ITS Mandiri, Slametno mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memberdayakan alumni dari beberapa lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan YSBP.

“Selain alumni ITS Mandiri, ini juga berlaku bagi alumni Lembaga Pendidikan Profesi STKOM Sapta Computer dan Lembaga Pendidikan Profesi Politeknologi,” ujar Slametno

Lebih lanjut ujarnya, Jepang dipilih sebagai negara tujuan karena dari informasi yang pihaknya peroleh, beberapa tahun terakhir negeri Sakura itu mencari banyak tenaga kerja asing untuk direkrut.

BACA JUGA :  Upacara Kemerdekaan dengan Pembatasan Peserta

“Kita harus memanfaatkan peluang ini, sayang kalau dilewatkan. Selain ada kesempatan untuk berkarier di luar negeri, pemasukan yang didapat juga lumayan tinggi,” ucapnya.

Sementara, Kepala BP2MI Banjarbaru melalui Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda (Employment Service Officer), Nashruddin Qawiyurrijal menyambut baik biat YSBP dalam menangkap peluang berkarir di luar negeri bagu alumninya.

“Stigma negatif tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harus kita luruskan di tengah masyarakat, bahwasanya TKI itu pekerjaannya bukan cuma IRT, namun juga di berbagai bidang dan jenis pekerjaan lainnya terutama pada sektor formal profesional,” terangnya melalui Zoom Meeting bertema Sosialisasi Penempatan Kerja ke Luar Negeri, Rabu (11/05/2022).

Dirinya menambahkan, banyak kontribusi yang diberikan TKI yang sekarang berganti menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik bagi diri sendiri maupun negaranya.

Diantaranya meningkatkan pertumbuhan ekonomi antar negara, memperkuat people to people link dan saling pengertian antar rakyat kedua negara.

BACA JUGA :  PWI Balangan Gelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian

Selain itu juga terjadi transfer pengetahuan, pemahaman, nilai-nilai budaya, keahlian dan lainnya, serta manfaat jangka panjang dan berkelanjutan bagi pembangunan antar negara.

Menurut Rudy ada beberapa alasan mengapa Jepang menjadi pilihan, yakni sebagian sektor pekerjaan di sana tidak diminati oleh WN Jepang sendiri, permintaan atas kebutuhan tenaga kerja di Jepang cukup tinggi, potensi penghasilan besar, lingkungan kerja aman dan jaminan proteksi bagi pekerja asing. Serta yang terpenting, telah terjalin kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang.

Kendati demikian, lanjut Rudy, tidak menutup kemungkinan untuk penempatan tenaga kerja ke negara lain yang sudah kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, seperti Korea Selatan, Taiwan dan Jerman.

“Yang terpenting, jangan menempuh proses yang ilegal, semua harus sesuai prosedur yang sudah ditetapkan, supaya kami dari pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pelindungan bagi pekerja migran,” tutupnya. (Ald)

Baca Juga