Lapas Banjarmasin Buka Suara, Narapidana Kabur Hampir Dua Pekan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARMASIN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banjarmasin, Herliadi akhirnya buka suara terkait kaburnya salah satu narapidana hampir dua pekan lalu.

Sebelumnya, seorang narapidana bernama Ipu Hadi dilaporkan kabur pada 23 Juli 2022 lalu. Warga asal Jalan Murjani, Gang Wijaya RT 5, Pahandut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) itu menghilang setelah melakukan kegiatan asimilasi atau bersih-bersih di halaman lapas.

“Kita terus berupaya agar yang bersangkutan cepat tertangkap. Koordinasi dengan pihak kepolisian Kalteng juga dilakukan. Bahkan pengejaran sampai ke pelosok,” kata Herliadi, Selasa (2/8/2022).

BACA JUGA :  Pencoblosan Menuai Protes, Mulai Tertukar Surat Suara dan TPS Kesiangan Baru Buka          

Upaya lain, pihak lapas juga melakukan komunikasi kepada keluarga Ipu Hadi agar kooperatif.

“Di sini (lapas) bukan kita siksa. Tapi dibina agar produktif ketika nanti ke luar,” katanya.

Di sisi lain, penunjukan yang bersangkutan dalam program asimilasi sudah sesuai SOP.

Program asimilasi adalah program yang diberikan untuk narapidana mempersiapkan diri ketika dia bebas. Dengan syarat berkelakuan baik dan sudah menjalani separo masa hukuman.

“Kita asesmen dan dia terpilih, mendapatkan penilaian baik. Padahal sejak Mei lalu baik-baik saja. Tidak tahu apa yang terlintas di pikirannya kenapa mau jadi melarikan diri. Kita jadi seperti dikhianati,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni 211 unit

“Motif kaburnya belum kita ketahui. Tapi ada informasi kemungkinan keluarganya yang membesuk menyampaikan berita-berita yang tidak enak tentang keluarganya,” sambungnya.

Padahal, menurut Herliadi, jika Ipu sabar maka akan keluar lebih cepat. Karena pada Agustus ini bakal ada remisi kemerdekaan. “Tentunya bisa lebih cepat keluar,” lagi.

Untuk menghindari kejadian serupa, ia mengatakan jika pihaknya memperketat pengamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Setelah kejadian itu kita langsung melakukan evaluasi agar tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Baca Juga