Ketua ALFI Kalsel Angkat Suara Tentang Tudingan Miring Buntut Aksi Cabut Subsidi Solar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARMASIN – Menanggapi tudingan dan berita yang beredar, yang dianggap negatif, ALFI/ILFA DPW Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar konferensi pers, guna mengklarifikasi hal tersebut, di salah satu Caffe, di Kota Banjarmasin, Selasa (2/8/2022) siang.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua ALFI/ILFA DPW Kalsel, Saut Nathan Samosir mengatakan terkait kehadiran dirinya di Kantor DPRD Kota Banjarmasin, dalam penyampaian aspirasi, pada Kamis (28/7/2022) yang lalu, merupakan sebagai Ketua ALFI/ILFA DPW Kalsel, bukan sebagai anggota DPRD Kota Banjarmasin.

“Kapolda Kalsel melalui Dit Intel, juga menyebutkan bahwa saya disini sebagai penanggung jawab aksi dan Ketua ALFI/ILFA DPW Kalsel, sesuai dengan surat perijinan yang kita lampirkan ke Polda dengan menggunakan kop surat ALFI,” ujar Saut, kepada awak media.

“Jadi saya membawa seluruh pengurus ALFI/ILFA, Aptrindo, dan seluruh peserta aksi atau JPT, itu adalah rekomendasi sebagai ketua ALFI/ILFA, dan embel-embel yang saya gunakan termasuk juga seragam adalah resmi dari seragam dari ALFI/ILFA,” tambahnya.

Selanjutnya, terkait tuntutan dalam aksi penyampaian aspirasi ALFI/ILFA kemaren, jelas Saut, kalau pihaknya menuntut pencabutan surat tentang jalur khusus untuk para sopir, dikarenakan pembagian jalur khusus tersebut, dinilai tidak adil.

BACA JUGA :  HUT TNI AL ke 76, Lanal Banjarmasin Gelar Serbuan Vaksinasi

Kemudian, terkait tuntutan pencabutan subsidi BBM jenis solar itu, dikarenakan selama ini pihaknya mengaku kesusahan dalam mendapatkan BBM bersubsidi.

“Bukan kami tidak pro rakyat, tapi apa gunanya ada SPBU Bio Solar Bersubsidi, tapi kita angkutan logistik tidak bisa mendapatkannya,” jelas Saut.

“Itulah alasan yang mendasar kami meminta pencabutan subsidi BBM jenis solar,” lanjutnya.

Sementara itu, dia juga membantah tudingan terhadap dirinya yang telah melakukan intervensi terhadap Wali Kota dan juga disaat audiensi bersama Wakil Wali Kota sebelumnya.

“Tidak ada intervensi disana, kalau memang saya bisa mengintervensi Wali Kota, sudah sejak surat pertama tidak akan seperti ini. Sudah sejak dulu Wali Kota sudah saya setir, namun kenyataannya surat yang sudah disepakati kemarin bisa dicabut oleh Wali Kota, berarti tidak ada intevensi disini,” bantah Saut.

Terkait masalah dirinya akan dibawa ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Banjarmasin, karena dituding sebagai anggota dewan yang memimpin aksi tersebut, papar Saut, tidak ada analoginya yang menyatakan dirinya sebagai anggota dewan, pada saat aksi tersebut.

BACA JUGA :  Berikan Edukasi Di Tengah Covid-19, Sebagai Wujud Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Pasalnya, sudah dijelaskan berdasarkan dengan surat permohonan aksi kepada Polda Kalsel, dan jawaban dari Polda Kalsel, bahwa dirinya saat itu bertindak sebagai Ketua ALFI/ILFA DPW Kalsel.

“Silahkan tanya kepada kawan-kawan dan pimpinan DPRD, adakah yang disalahi seorang anggota DPRD yang menjadi ketua organisasi, adakah dalam tatib, kalau ada silahkan tunjukan, besok saya akan mengundurlan diri, jadi tidak perlu saya dipecat,” papar Saut.

“Jadi tidak ada yang menyalahi aturan untuk permasalahan tersebut,” sambunya.

Untuk masalah dibawa ke BK, itu tidak perlu ditanggapi, silahkan saja, kata Saut, karena tidak ada yang saya langgar dalam tatib DPRD, karena saat itu saya sebagai ketua ALFI/ILFA.

“Silahkan apa yang dilakukan oleh BK, mereka sadar atau tidak memanggil saya, jelas mereka harus melihat dan membaca dulu tatibnya, tidak asal dalam memanggil anggota dewan,” tutur Saut

“Kalau memang ada yang saya langgar, silahkan panggil, akan saya jelaskan selebar-lebarnya,” pungkasnya.

Baca Juga

%d blogger menyukai ini: