HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Darmansyah atau yang lebih akrab disapa Kai Idang (61) Warga Desa Akar Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tinggal seorang diri di rumah yang sangat tidak layak huni.
Pasalnya kondisi rumah Kai Idang yang terbuat dari kayu itu, kondisinya sangat memprihatinkan, bagian lantai yang rapuh dan banyak lubang, bagian dinding dan atapnya pun dipenuhi lubang-lubang.
Saat jurnalis www.headline9.com Sabtu (08/12/2018) siang menyambangi kediaman Kai Idang, terlihat lelaki paruh baya itu sedang duduk di rumahnya sembari minum kopi dan makan singkong rebus.
“Saya sudah lama tinggal di sini, istri dan anak sudah meninggal, kalau tidak ada nasi, saya makan singkong aja, dan terkadang saya makan nasi dengan lauk singkong atau ikan asin,” ujar Kai Idang.
Kai Idang yang keseharian mengharap belas kasihan orang, mengemis di halaman Masjid Al-Karomah Martapura mengaku sering kehujanan di dalam rumahnya.“iya, kalau hujan, pasti airnya masuk, terkadang saat tidur tiba-tiba kena air hujan,” ucapnya.
Sayangnya, Kai Idang tidak pernah mendapat bantuan bedah rumah. Meski rumah yang didiaminya itu adalah milik istrinya yang telah meninggal dunia. “Tidak pernah ada bantuan, karena saya tidak memiliki kartu keluarga dan KTP, jadi tidak dapat bantuan,” katanya.
Sementara Sekretaris Desa Akar Baru M Fadil saat dikonfirmasi terlihat gelagapan, pasalnya saat ditanya mengenai upaya aparat desa untuk membantu memperbaiki rumah Kai Idang dirinya tak mampu menjelaskan dengan baik.
“ada pak, Raskin, dan BPJS. Yang nyata itu aja pak ae kami membatu. Kalau membantu untuk memperbaiki rumahnya, rumahnya itu rumah orang, rumah bini sidin. Dan ada hak warisnya jadi kita gak berani untuk melakukan bedah rumah,” katanya.
Namun dari segi kemanusiaan, M Fadli sendiri menilai kondisi rumah Kai Idang sangat tidak layak huni. Namun saat ditanya upaya ke depannya bagaimana untuk membantu Kai Idang, dirinya mengaku belum ada rencana karena dia menilai Kai Idang ini kurang akal alias bungul bungul pintar.
“Dari kita belum ada berkoordinasi dengan dinas terkait. kemungkinan kita akan jemput bola,” ujarnya.
Selain itu Ketua RT 01 Desa Akar Baru Jamroni menuturkan, dirinya mengaku tidak mengerti bagaimana untuk membantu Kai Idang mendapatkan bedah rumah. “Saya tidak mengerti bagaimana caranya untuk mengajukan bedah rumah ini, pernah berkoordinasi dengan kepala desa namun sampai saat ini belum ada jalan keluarnya, dan saya belum pernah juga ke dinas terkait karena tidak paham, ”ujarnya.
Sementara Kepala Desa Akar Baru saat ingin di konfirmasi tidak bisa ditemui. Dan Diketahui saat ini di Desa Akar Baru terdapat sebanyak 53 warga miskin yang tercatat di balai Desa setempat.(sairi)