Pelatihan Posyantek Untuk Tingkatkan Daya Saing

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

headline9.com, BANJARBARU – Agar pos pelayanan teknologi tepat guna (Posyantek) dapat berkembang dalam memberikan pelayanan teknis, informasi, promosi dan orientasi tentang Teknologi Tepat Guna (TTG) yang sederhana, berdaya guna untuk masyarakat dan ramah lingkungan, Dinas Pengendalian Penduuk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPMP2A) menyelenggarakan Pelatihan Posyantek, di Aula Kelurahan Syamsudin Noor, pada (4/8/2022).

Pelatihan Posyantek ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya TTG, maka dari itu masyarakat dituntut memiliki kemampuan untuk menguasal teknologi, agar meningkatkan daya saing produk, sehingga kesejahteraan akan meningkat.

Pelatihan Posyantek dibuka secara langsung oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat H. Junaidi, dihadiri Dhiah Novitasari dari Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal Banjarmasin, Sekretaris Lurah Syamsudin Noor, Ketua posyantek, anggota Karang taruna, perwakilan anggota masyarakat Kecamatan Liang Anggang dan Kecamatan Landasan Ulin, Ketua Posyantek berkarakter dan hasta karya beserta anggota.

H. Junaidi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta, beliau menjelaskan bahwa Teknologi merupakan salah satu faktor pendorong perubahan, baik perubahan di bidang ekonomi maupun sosial budaya masyarakat.

BACA JUGA :  Dinas PMD Dorong Pertumbuhan Desa Wisata Kalsel

“Alih teknologi ke masyarakat dalam rangka percepatan pembangunan masyarakat menempati peran penting, dimana masyarakat baik di desa dan kota bisa menciptakan gagasan dan teknologi yang berdaya guna,” katanya.

Pelatihan Posyantek ini membahas tentang proses alih teknologi ke masyarakat, yang selama ini berjalan secara alamiah dengan fasilitas terbatas oleh Pemerintah.

Hal ini disebabkan, teknologi diposisikan sebagai barang privat, bukan barang publik.

Oleh karena itu, proses alih teknologi akan mengikuti mekanisme pasar, artinya alih teknologi terjadi karena ada kebutuhan atau permintaan.

Mengingat faktor-faktor tertentu, seperti kesenjangan akses informasi, keterbatasan modal dan kendala geografi, maka alih teknologi ke masyarakat tidak dapat diserahkan kepada mekanisme pasar, sehingga pasar teknologi yang diserahkan kepada mekanisme pasar akan mengalami kegagalan.

Dengan demikian, dalam proses alih teknologi diperlukan campur tangan Pemerintah untuk percepatannya.

BACA JUGA :  Bernhard Tinjau Pembangunan Mall Pelayanan publik

Diharapkan, dengan Pelatihan Posyantek ini, bisa menjadi katalisator komunikasi TTG di masyarakat, yang menjembatani sumber TTG dengan masyarakat.

Untuk itu, masyarakat harus menjalin dan membina hubungan dengan lembaga penghasil TTG agar tidak kekurangan inovasi TTG yang akan ditransfer ke masyarakat.

Untuk diketahui, 2 orang pemenang lomba Inovasi TTG Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2022, yang menjadi peserta Lomba Inovasi TTG Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022, yaitu Ikrom dari Posyantek Hasta Karya Kelurahan Syamsudin Noor, dengan nama Inovasi APRUS (Alat Penyiang Rumput Sederhana), serta Ispendi Susanto dari Posyantek Berkarakter Kelurahan Landasan Ulin Barat, dengan nama Inovasi Kompor Tanah (Alat Pembasmi Hama dan Penyakit).

Keduanya memenangi lomba inovasi TTG Tingkat Prov. Kalsel Tahun 2022, yang diadakan pada tanggal 23 Juni 2022, Ikrom mendapat Juara 1 dan Ispendi Susanto mendapat Juara Harapan 1.

Keduanya berkesempatan akan mewakili Prov. Kalsel, pada Lomba Inovasi TTG Tingkat Nasional Tahun 2022 di Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga