Pelaksana Galian Pipa ke Bahu Jalan. PUPR Minta Kembalikan Seperti Semula, PDAM Berjanji Memperbaiki

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM,MARTAPURA – Proyek pemasangan jaringan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar menuai protes warga. Kegiatan pipa ke Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru yang berdiameter 500 cm berdampak rusaknya jalan sebagai fasilitas publik.

Diketahui Pemasangan pipa PDAM Intan Banjar tersebut melewati jalan Mentaos, jalan Gotong Royong, Taruna Praja, Cindai Alus menuju Bandara Sayamsudin Noor.

Pipa tersebut dipasang di bawah jalan, tentunya pemasangan pipa membuat sebagian jalan yang di pasang pipa mengalami kerusakan karena di bongkar.

Selain itu menurut Peraturan Pemerintah Tentang Jalan seharusnya kegiatan tersebut tidak boleh dilakukan dibawah jalan, melainkan harus ditepi jalan setelah drainase.

Selain itu, jalan Cindai Alus belum sampai satu tahun dilakukan cor beton yang di kerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu pada tahun 2018 dengan nilai kurang lebih 200 Juta rupiah. Untuk cor beton yang terkena pekerjaan proyek PDAM Intan Banjar sepanjang 600 meter.

BACA JUGA :  Demi Kelancaran Haul Guru Sekumpul, Bidang SDA Bersihkan Drainase di Wilayah Ini.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banjar Solhan mengatakan, pengerjaan cor beton ruas jalan Cindai Alus dengan tebal 15 sampai 20 cm, lebar 75  cm sampai dengan 1 meter.

“Untuk anggaran cor beton, itu nilai dana kurang lebih Rp200 juta, Kami berharap bekas galian pemasangan pipa PDAM itu dikerjakan dengan baik mengenai pemadatannya, agar tidak terjadi ambles, ”katanya.

Sementara Menurut Said Umar Direktur Teknik PDAM Intan Banjar mengatakan, bahwa pemasangan pipa tersebut berada dibawah jalan. Karena, sebelum pemasangan pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas PUPR.

BACA JUGA :  Berkat Si Harat, Keberadaan Arena Sabung Ayam Terungkap.

“Kita tidak mungkin melakukan pemasangan tanpa koordinasi dengan dinas terkait karena kita melakukan pembongkaran,” terang Said.

Menurutnya, kenapa melakukan pemasangan dibawah jalan, karena jika dilakukan di tepi jalan sesuai peraturan, maka akan banyak pagar rumah warga yang terkena. Atas pertimbangan itu dipasang di jalan dengan cara menggali jalan.

Jalan yang mengalami kerusakan bekas galian PDAM tersebut yaitu jalan Gotong Royong, Taruna Praja, karena saat ini masih belum dilakukan perbaikan. “Untuk bekas galian, akan kita kembalikan seperti semula sebelum dibongkar, kalau jalan tersebut di aspal, maka akan kita aspal, kalau di cor beton makan akan kita cor beton.” Ungkapnya.(sairi)

Baca Juga