RTH KH Salim Ma’ruf, Tambah Daya Tarik Desa Pekauman Dalam

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit
Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Ketua TP PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah menyambut hadirnya RTH KH Salim Ma'ruf Desa Pekauman Dalam, Martapura TImur

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Salim Ma’ruf dan Pasar Kuliner Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur seperti ikon baru.

Warga sekitar punya alternatif nongkrong, dan menikmati hidangan khas lokal dan duduk lesehan di gazebo yang dibangun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar.

Namun seperti yang sudah seringkali antusias masyarakat hanya sesaat ketika tempat wisata itu baru diresmikan.

Untuk itu sebagai pengelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar  berkomitmen untuk menjaga dan mengembangkan objek wisata tersebut.

“Rencananya, kita akan tambah lagi spot untuk membuat daya tarik masyarakat, karena ini ada di bantaran sungai. Nanti akan sediakan kelotok pariwisata yang menyusur sungai dari lokasi ini sampai rumah Banjar,” ujar Kepala Disbudpar Haris Rifani pada saat peresmian RTH KH Salim Ma’ruf, Sabtu (05/01) malam.

BACA JUGA :  Badan Inteljen Negara Fasilitasi Vaksinasi Pelajar Kota Banjarbaru

Ditambahkan Haris, kelotok Pariwisata itu tujuannya agar masyarakat tidak bosan dengan tempat wisata tersebut dan harus selalu ada inovasi yang baru.

kalau tempat wisata ramai pengunjung, tentu akan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kami mengajarkan masyarakat cara menyambut tamu yang datang ke lokasi. Mereka kami latih.” Ujarnya lagi.

Haris Juga mengajak masyarakat setempat peduli menjaga fasilitas di RTH tersebut.

Hindari merusak dan menjahili lokasi RTH dan nanti pasar kuliner ini akan buka setiap hari dari pagi hingga malam hari.

BACA JUGA :  Polres Banjarbaru Raih Penghargaan.

Sementara Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Banjar H Gusti Abdurahman mengatakan, keberadaan RTH Dan Pasar Kuliner ini tentu sangat baik untuk masyarakat.

Eksistensi tempat wisata biasanya hanya ramai di awal-awal saja. Kemudian, sepi dan tak terawat lagi. Untuk itu dirinya meminta kepada dinas terkait agar selalu menjaga dan mengembangkan RTH ini.

“Kalau Cuma ramai seperti ini masyarakat akan bosan.  Silakan cari inovasi baru untuk menghidupkan RTH dan pusat jajanan. Buat event menarik dan hiburan seperti lomba-lomba,” ujarnya.(sairi)

Baca Juga