Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Mitigasi Karhutla dan Kekeringan, Pemkab Banjar Gelar Apel Penanggulangan dan…

Mitigasi Karhutla dan Kekeringan, Pemkab Banjar Gelar Apel Penanggulangan dan Gelar Simulasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melakukan Apel Gabungan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan serta lakukan simulasi penanganan api di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Kamis, 22 Juni pagi.

Apel tersebut dihadiri oleh Dandim 1006, Polres Banjar dan Polsek jajaran serta relawan swasta yang ada di Kabupaten Banjar.

Selain itu, pihaknya juga menggelar simulasi penanganan Karhutla bersama dengan berbagai Instansi.

Asisten Administrasi Umum, Rakhmad Dhani menjelaskan apel penanggulangan bencana Karhutla tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi (Rakor) ditingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kabupaten.

BACA JUGA :  70 Pambakal Meningkatkan Soft Skill untuk Pengembangan Diri

“Dalam momen ini sekaligus untuk mengecek kesiapan personil dan juga peralatan yang ada. Harapannya agar kita lebih siap untuk menghadapi perubahan cuaca ini, dari Karhutla dan juga kekeringan,” ucapnya selepas kegiatan.

Dhani mengatakan, pihaknya dalam melakukan mitigasi dan penanganan tersebut melibatkan seluruh sektor, dari Camat hingga masyarakat umum yang direkrut menjadi relawan, untuk membantu penanganan Karhutla.

Ditambahkan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Darrah (BPBD) Banjar, Warsita, pihaknya sebelum dilakukan apel siaga, telah menyiapkan pasukan untuk mengantisipasi jika terjadi Karhutla di wilayah Kabupaten Banjar.

BACA JUGA :  Puncak Harjad Tetap ke RTH Ratu Zalecha Martapura 

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, titik rawan yang ada di Kabupaten Banjar sekitar bandara, perbatasan antara Cindai Alus dan Banjarbaru, serta di Kecamatan Martapura Barat, Timur dan Astambul.

“Sampai saat ini ada sembilan titik yang terpantau, dan sudah bisa kita atasi,” jelasnya.

Warsita mengungkapkan, pihaknya telah melakukan mitigasi bencana Karhutla dengan membentuk dua Tim Reaksi Cepat (TRC) yang melakukan monitoring selama 24 jam, serta menggelar sosialisasi dan juga siap terjun jika terjadi Karhutla.

“Tim ini kita siapkan untuk penanganan serta sosialisasi Karhutla,” pungkasnya.

Reporter: Mada Al Madani
Editor: Lintang

Baca Juga