Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Tanah Bumbu
  4. »
  5. Kepala SMAN 1 Simpang Empat Apresiasi BPBD Tanbu

Kepala SMAN 1 Simpang Empat Apresiasi BPBD Tanbu

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BATULICIN – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) memberikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanbu yang memberikan bekal skill kepada peserta didik, dimana bekal skill tersebut bisa menumbuhkan sikap jiwa relawan muda dalam mengurangi resiko bencana.

BPBD Tanbu memberikan training kepada 80 peserta didik siswa-siswi SMA Negri 1 Simpang Empat dimulai dari kelas 10, 11 dan 12 yang turut ambil bagian sebagai peserta yang dikemas dalam In House Training (IHT) Siaga Bencana Palang Merah Remaja yang dipusatkan di Aula SMA Negri 1 Simpang Empat.

BACA JUGA :  BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Tanbu Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Miskin Ekstrim

Kepala Sekolah SMA Negri 1 Simpang Empat Abdul Rokhim berharap, kepada anak didiknya agar training ini bisa diikuti dengan baik dan maksimal sehingga ilmu yang didapatkan nanti bisa dimanfaatkan.

“Semoga ilmu yang didapat bermanfaat juga bisa menambah wawasan, terkhusus pada diri sendiri dan orang lain terkait bidang kebencanaan, katanya.

Adapun pemateri IHT Siaga Bencana Palang Merah Remaja SMA Negri 1 Simpang Empat menghadirkan narasumber dari Kasubbid Kesiapsiagaan Purwanto dan Staf Pengelolaan Logistik BPBD Tanbu Aliansyah.

Purwanto mengingatkan peserta usai menerima materi dan praktek di lapangan para pelajar dapat memahami karakteristik bencana yang ada di wilayahnya, selain itu juga mengerti peran dan fungsi relawan.

BACA JUGA :  Sudah setahun Lahan Masyarakat tidak dibayar Tambang Batubara PT BIB didemo

“Mampu berkoordinasi dan menambah keterampilan pada saat terjadi bencana, serta mampu menempatkan diri masing-masing sebagai seorang relawan yang mandiri,” ujar purwanto.

Dijelaskannya, pelatihan siaga bencana ini sebagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana untuk mengurangi risiko bencana.

Terpantau, antusiasme peserta dalam menyimak dan mendengarkan paparan para nara sumber, bahkan sesekali terlihat mereka yang didampingi para dewan guru melakukan interaksi dengan tanya jawab. (MHL).

Baca Juga