Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Kalsel
  4. »
  5. Jadi Tambang Batu Bara Tertua di Indonesia, Oranje Nassau Masuk…

Jadi Tambang Batu Bara Tertua di Indonesia, Oranje Nassau Masuk Situs Geopark Meratus

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit
Berkeliling di situs bekas (eks) tambang batubara di benteng 'Oranje Nassau' yang masuk dalam jajaran Geopark Meratus.

Headline9.com, MARTAPURA – Bekas (Eks) Tambang Oranje Nassau yang terletak di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, menjadi situs sejarah penting. Tak hanya kekayaan alam ‘batu bara’ yang melimpah saat penjajahan kolonial Belanda. Melainkan, terungkap tambang tersebut merupakan tertua di Indonesia.

Menilik soal sejarah, kalau tambang ini dulunya sebelum diambil alih atau direbut Belanda. Kala itu, merupakan kepemilikan sah Kesultanan Banjarmasin dan masuk dalam kawasan Distrik Riam Kiwa.

Secara geografis, situs eks tambang batu bara pertama di Kalsel itu memiliki luas sekitar 169,6 M². Bentang alam dari situs ini adalah perbukitan yang merupakan bagian Gunung Pagaran serta diapit dua sungai.

IMG 20231211 WA0022
Situs batubara hasil pertambangan zaman kolonial Belanda di benteng ‘Oranje Nassau’ masih terdapat di sejumlah lokasi. (Foto: Riswan)

Pertama, sebelah utara adalah Riam Kiwa. Kedua, Sungai Maniapun kecil tepat berada di sebelah selatan situs pertambangan. Eks galian ’emas hitam’ ini juga diresmikan Gubernur – Jenderal Hindia Belanda ke 49, Jacob Rochussen, pada 28 September 1849.

BACA JUGA :  Bandara Syamsudin Noor Bantu Pertumbuhan Ekonomi Di Kalsel

Dari sejarah ini, ada hal menarik untuk diulas. Maka dari itu, kawasan tersebut juga masuk dalam jajaran situs yang diakui oleh BP Geopark Meratus.

Terungkap, situs bekas tambang batu bara yang berada di Desa Lok Tunggul, Pengaron, Kabupaten Banjar itu ternyata juga pertama di Kalimantan. Bahkan, didapuk tertua dalam sejarah pertambangan Indonesia.

“Seluruh hasil tambangnya itu digunakan untuk angkatan laut Belanda. Dan lokasi ini tidak beroprasi lagi setelah terjadinya peristiwa Perang Banjar pada tahun 1859 – 1905,” ujar Tenaga Ahli di Badan Pengelola (BP) Geopark Merarus, Arief Nur Rahman Nugroho.

BACA JUGA :  Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Sediakan Layanan Rapid Test

Nama ‘Oranje Nassau’ diambil dari dinasti (wangsa) yang ada di Belanda. Namun, masyarakat sekitar menngenalnya dengan lubang putaran. “Nah, Oranje Nassau itu artinya ‘Benteng Emas’ serta diresmikan oleh pemerintah Hindia Belanda,” tutupnya, di rangkaian Field Trip Geopark Meratus, Minggu (10/12/2023).

Situs ini berada di kawasan cekungan Barito dan terletak di Gunung Pangaron. Tersusun atas batubara dengan sisipan lempung berasal dari Formasi Tanjung.

Dari hasil penelitian, umurnya 65 – 36,5 juta tahun yang lalu (Eosen) hingga terbentuknya pada lingkungan pengendapan paralik sampai laut dangkal.

Reporter : Riswan Suryadi
Editor : Nasrullah

Baca Juga