HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Bus Jemaah Haul ke-14 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Tahun 2019 yang telah parkir di depan Gedung Juang sejak pagi tadi bahkan yang telah parkir dari kemarin terpaksa harus memindahkan bus nya ke wilayah Lapangan Murjani Banjarbaru pada Jum’at(08/03) siang.
Berpindahnya Bus jemaah asal kota Samarinda itu diminta oleh anggota Polres Banjar, karena Polda Kalimantan Selatan melalui Ditlantas Polda Kalsel akan melaksanakan kegiatan Rekor Muri pertama di Indonesia pelayanan 10 Unit SIM Keliling selama 72 Jam Nonstop dengan fasilitas Informasi Dan hiburan.
Hal itu pun menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Banjar Deddy Junaidi mengaku kecewa, karena harus bersusah payah lagi untuk mencari kantong parkir untuk keluarganya yang datang dari Sampit Kalimantan Tengah.
“tadinya Saya akan mengajak keluarga dari sampit untuk memarkir mobil di halaman gedung juang, karena katanya parkir jemaah bisa di halaman gedung juang dan spanduk yang bertuliskan untuk parkir juga ada. Tapi ternyata tidak bisa karena katanya ada acara polda. Sayapun kecewa, masa saat haul gini, ada acara semacam itu,”ujarnya
Menurut Deddy kegiatan itu harusnya ditunda sehabis kegiatan haul KE-14 Abah Guru Sekumpul selesai.
Diketahui Momen haul ke-14 Guru Sekumpul tahun 2019 dimanfaatkan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan memberikan layanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sekaligus akan dilakukan pencatatan rekor oleh pihak Museum Rekor Indonesia (MURI).
Layanan tersebut akan mulai dibuka pada Sabtu (09/03) pagi pukul 09.00 Wita hingga Selasa (12/03/).
“Selama empat hari itu kami memberikan pelayanan selama 24 jam nonstop sehingga totalnya 72 jam,” ucap Kasi SIM Ditlantas Polda Kalsel Kompol Dese Yulianti, Jumat (08/03/2019).
Dikatakannya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan pra Milenial yang akan digelar pada 17 Maret mendatang.
“Pada layanan SIM itu nanti juga ada fasilitas hiburan, pemeriksaan kesehatan, dan informasi yang bermanfaat untuk masyarakat,” sebut Dese.
Mengenai layanan yang diberikan, Dese menyebutkan yakni untuk pengurusan SIM A dan perpanjangan SIM C. Tempat pelayanan pengurusan surat izin mengemudi ini digelar di halaman Gedung Juang di kawasan Jalan A Yani, Martapura.
Suara minor pun mulai muncul karena halaman Gedung Juang tersebut diplot untuk parkir jemaah haul. Bahkan di area depan juga telah dipajangi pelang bertuliskan untuk parkir jemaah haul. Apalagi jika kegiatan tersebut untuk pemecahan rekor MURI.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan pengelola Gedung Juang untuk pelaksanaan kegiatan ini. Jadi, tidak akan mengganggu aktivitas jemaah haul,” jelas Dese.
Bagaimana dengan rekor MURI? “Itu bukan tujuan utama pada kegiatan ini. Mengenai rekor tersebut, pihak MURI yang kebetulan akan melakukan pencatatan karena berhubung momen haul besar seperti ini hanya ada di Kalsel,” tandasnya.
dia mengaskan tujuan utama kegiatan tersebut untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan perpanjangan SIM kepada masyarakat. Apalagi di Kota Martapura saat ini mulai disesaki masyarakat dari berbagai daerah termasuk dari luar pulau.
“Kita melihat sangat banyak masyarakat yang datang di Martapura dan kami berpikir apa sesuatu yang bisa diberikan untuk masyarakat. Nah, hal yang bisa kami berikan adalah pelayanan seperti perpanjangan SIM,” jelasnya.
Karenanya jika ada jemaah haul yang SIM-nya kedaluwarsa bisa langsung dilayani secara mudah dan cepat. Pasalnya, di lokasi layanan semua telah disiagakan termasuk dokter yang memeriksa kesehatan. Bahkan bagi yang tidak sempat memfotokopi SIM, akan dibantu karena juga telah disiapkan alat fotokopi.
Apalagi jemaah haul sebagian juga berasal dari luar pulau seperti dari Pulau Jawa. Karenanya jika ada yang SIM-nya telah berakhir masa berlakunya, langsung bisa memperpanjang masa aktifnya. Ini dimungkinkan karena sekarang pengurusan SIM telah daring (online) seluruh Indonesia.
Penulis : Muhammad Sairi
Editor : MA Syafi’i