Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Tantangan di Paramasan Jelang Pemilu 2024, Antara Cuaca Dan Infrastruktur

Tantangan di Paramasan Jelang Pemilu 2024, Antara Cuaca Dan Infrastruktur

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Ada saja kendala yang dihadapi jelang pelaksanaan Pemilu 2024 di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar. Usai ambruknya jembatan gantung penghubung Paramasan Atas dan Bawah akibat diterjang air bah sungai pada 29 Januari lalu. Masalah lain yang juga tengah dihadapi pejuang logistik Pemilu di desa terpencil Bumi Barakat ini adalah kondisi cuaca.

Camat Paramasan, Muhammad Farid, mengungkapkan, untuk pendistribusian logistik Pemilu ke desa seberang pihaknya sementara hanya mengandalkan rakit tradisional hasil swadaya masyarakat. Di mana, jembatan tersebut padahal merupakan akses satu-satunya menuju lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Memang pakai rakit kalau mau ke seberang. semoga saja tidak terjadi hujan lebat saat pendistribusian,” ucapnya, saat menghadiri gelaran apel Pergeseran Pasukan (Serpas) pengamanan TPS Pemilu Tahun 2024 di Kabupaten Banjar, di Mapolres Banjar, Senin (12/4/2024) kemarin.

“Ke lokasi jembatan putus itu jumlahnya  ada 100 Kepala Keluarga (KK),” kata Farid kepada awak media.

Dia mengatakan, desa yang terisolir dan terdampak akibat terputusnya fasilitas jembatan gantung tersebut tercatat.
mempunyai satu TPS.

“Dari keterangan kades setempat di lokasi sana sudah siap dan mudah-mudahan cuaca mendukung selama kegiatan,” ucapnya.

Soal terputusnya jembatan sebagai akses utama menuju desa seberang, pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

Sampai saat ini, secara tegas Camat Paramasan, menyampaikan, rakit sebagai alternatif utama untuk mengantarkan logistik Pemilu 2024. Selebihnya, belum ada solusi alternatif penghubung ke dusun tersebut.

BACA JUGA :  Ketua PMI Banjar Jadi Tamu Istimewa Radio Suara Banjar

“Itu kan dilihat dari statusnya kalau memang Pemkab Banjar membuatkan jembatan darurat otomatis akan menggunakan dana APBD kan. Sementara ini kami masih menggunakan swadaya masyarakat (lewat rakit tradisional),” papar dia.

“Dua minggu yang lalu tim teknisnya ke sana. Jadi, saya juga langsung memantau bagaimana kondisi di sana agar Pemilu berjalan lancar,” bebernya.

Berbarengan dengan ambruknya jembatan gantung di Dusun Baringin RT.08, akses jalan menuju Paramasan Atas juga terkena musibah longsor pada 29 Januari lalu. jelas, ini diprediksi bakal menghambat pendistribusian.

“Nah, kami yang takutkan itu kan saat hujan deras karena jalan ke Parmasan Atas itu agak licin dan susah naiknya. Kemarin itu sempat kami mengantar bantuan logistik bencana ke sana untuk mobil dobel cabin memang sangat susah,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Banjar, Muhammad Nor Aripin, saat dikonfirmasi, Minggu (11/2/2024) kemarin, usai mengikuti apel siaga persiapan pemungutan suara dan penghitungan suara pada Pemilu 2024.

ia mengungkapkan, untuk gudang logistik Pemilu di Paramasan Atas masih tetap alias tidak digeser. “Kondisinya sampai saat ini belum punya potensi untuk direlokasi (pindah),” imbuhnya.

Tepat hari ini (13/2/2024), ia bersama jajarannya memantau langsung kondisi pendistribusian di Kecamatan Paramasan. Baik jembatan yang terputus ataupun jalan longsor pasca hujan deras menimpa wilayah ini.

BACA JUGA :  Pilkades Serentak Diundur

“Kita jadwalkan itu untuk monitoring ke sana sampai ke TPSnya. kalau levelnya yang kita terjun, ya langsung turun ke lokasi,” paparnya kepada awak media.

Hasil laporan untuk menuju lokasi, kata dia, ada dua jalur pertama melalui darat dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 1 jam. Sedangkan, satunya lagi menggunakan rakit tradisional untuk mengantarkan logistik.

“Di sana itu ada satu TPS, makanya kita ingin memastikan,” imbuhnya.

Aripin mengakui, semenjak akses jembatan terputus belum ada koordinasi dengan Dinas PUPRP Kabupaten Banjar dalam mengupayakan kemudahan pengantaran logistik Pemilu 2024. “Kami masih mendapatkan informasi dari luar bahwa kemungkinan tidak tepat di 14 Februarinya. Kalau rakit tradisional itu memang dari masyarakat,” jelasnya.

Dalam satu kecamatan di Paramasan, Farid menyebut, ada sekitar 24 TPS tersebar di beberapa desa. Soal pengamanan Pemilu di sana, pihaknya di bantu TNI, Polri, serta Linmas.

Dari data yang disampaikan Polres Banjar setidaknya, personel yang diterjunkan dari kepolisian berjumlah 446 orang, KBO Polda Kalsel sebanyak 41 orang, ditambah 3.666 orang tersebar di 1.833 TPS. “Yang jelas, untuk pengamanan Pemilu, seluruh personel hanya dibekali tongkat T. kalau senjata api (senpi) tidak kami diperkenankan,” tutur Kapolres Banjar, AKBP Muhammad Ifan Hariyat Taufik.

Reporter : Riswan Surya
Editor      : Nasrullah

Baca Juga