Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Hari Kedua, Puluhan Lapak Pasar Wadai Ramadan di RTH Ratu…

Hari Kedua, Puluhan Lapak Pasar Wadai Ramadan di RTH Ratu Zalecha Kosong

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Puluhan lapak yang diprioritaskan untuk pedagang Pasar Wadai Ramadan, di lapangan terbuka Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (13/3/2024), dibiarkan kosong alias menganggur.

Kosongnya lapak dagangan yang disediakan Disbudporapar Kabupaten Banjar itu baru terjadi sejak dibukanya pasar wadai Ramadan 1445 H, Selasa (12/3/2024) kemarin. Selain dilanda hujan lebat, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, juga tak berhadir dalam pembukaan kegiatan tersebut lantaran sudah mempunyai agenda Safari Ramadan.

Salah seorang pedagang, juga mengeluhkan, lantaran dagangan yang mereka jajakan tak terlalu laris seperti tahun sebelumnya. Meski berada dibahu jalan namun lokasinya dianggap sangat representatif.

“Di bawah itu (Jalan Sukaramai, Keraton) kalau hujan deras bagaimana pun orang-orang mau singgah untuk membeli jajanan kami. Menurut pembeli yang datang, susah karena harus memarkir dulu kalau tahun kemarin tak perlu turun dari kendaraan pun mereka sudah bisa membeli,” ujarnya, kepada awak media saat berada di lokasi pasar wadai Ramadan.

Yang jelas, kata dia, lebih benefit (menguntungkan) berdagang dipinggir jalan Sukaramai seperti tahun sebelumnya. Maka dari itu, beberapa lapak yang disediakan banyak yang kosong. “Kalau stand di sini orang-orang cuman lewat aja,” katanya.

BACA JUGA :  Guru Khalil Klaim Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Banjar Aman dan Kondusif

Menanggapi itu, Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, M Syahid, mengungkapkan, untuk kekuasaan menjamin agar dagangan mereka bisa ketiban untung dan laku keras jelas bukan urusan ataupun tanggungjawab pihaknya.

“Masalah profit (keuntungan) mereka dari hasil mereka itu bukan kuasa kita karena itu urusan yang di atas (Allah SWT). Yang jelas, kita berupaya memberikan fasilitas sebagus mungkin. Nah, kalau pedagang itu kreatif mereka (pedagang) bisa mengundang pembeli melalui medsos dan itu di luar sepengetahuan kami kan,” bebernya.

Kosongnya lapak dagangan, sebut Syahid, tak informasi sampai saat ini dari mereka. Sempat membuatnya bingung. Padahal, lapak dagangan yang difasilitasi oleh Disbudporapar Kabupaten Banjar diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

“Saya sempat tanyakan ke pihak panitia memang tidak sama sekali memberikan kabar. Entah kecewa lantaran pak Bupati tak berhadir lalu bertambah lagi (lapak kosong). Karena menganggap tak mendapat support alias dukungan,” tegasnya. Namun, dia menyampaikan, bahwa Pemkab Banjar sudah mendukung kegiatan ini. “Ya, Bupati Banjar juga punya jadwal secara bersamaan. Mungkin masyarakat berekspektasi bupati hadir yang itu juga merupakan harapan dari masyarakat,” papar dia.

BACA JUGA :  Kedua Pelaku Prostitusi Online Boleh Pulang Setelah Dijamin Keluarganya

Dikatakannya, lapak dagangan dengan total sekitar 24 unit yang kosong tersebut di antaranya adalah binaan Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), dan UMKM dari binas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar.

“Nanti akan kita komunikasikan lewat group Whatsapp untuk mengimbau pedagang di sini. Yang pertama, hormati lah kegiatan ini dengan cara bila tak bisa berhadir tolong diinformasikan. Kalau tak laku, silahkan lapor dan bisa digantikan dengan pedagang cadangan lainnya. Karena tak ada informasi, makanya otomatis tak bisa digantikan makanya lapak dari stand yang disediakan kosong,” tutur Syahid.

Tak hanya berdampak pada lapak dagangan, kata Syahid, kegiatan becatuk dauh (bedug) dan tarian rudat banjar juga ikut-ikutan terganggu. Jelas, juga mempengaruhi volume pengunjung.

“Alasan hari ini dari peserta karena puasa dan tak ada alasan lebih lanjut satunya lagi suara terganggu. Sebelumnya kan kita sudah menggelar technical meeting dan jelas kegiatannya digelar dibulan suci Ramadan. Setidaknya ada upaya kami untuk mengajak peserta untuk tampil,” pungkasnya.

Reporter : Riswan Surya | Editor : Nasrullah

Baca Juga