Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. advertorial2
  4. »
  5. Tingkatkan PADes, Dinas PMD Ajak BUMDes se Kalsel Benchmarking ke…

Tingkatkan PADes, Dinas PMD Ajak BUMDes se Kalsel Benchmarking ke Desa Tegal Arum

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BALI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel melaksanakan Benchmarking ke BUMDes Puspa Harum Sejahtera, di Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Bali, Kamis (25/4/2024) siang. Dipilihnya BUMDes ini, karena berhasil menjadi penggerak ekonomi desanya.

Benchmarking ini diikuti BUMDes yang berprestasi di 11 kabupaten di Kalsel sebagai penghargaan yang diberikan Pemprov Kalsel, Pimpinan Apdesi Kalsel dan para Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat.

Kabid Pengembangan Ekonomi Desa Dinas PMD Kalsel, Muhammad Agus Fariady, menyampaikan, benchmarking ini kali kedua dilaksanakan dalam peningkatan kapasitas pengelola BUMDes ke daerah. Salah satunya yang mempunyai BUMDes berprestasi dalam mengembangkan unit usahanya.

“Sehingga dari Benchmarking dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada pengelola BUMDes di Kalsel dalam melaksanakan unit usahanya yang nantinya menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di desanya. Hal ini, sesuai arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (Paman Birin) agar kami selalu bergerak dalam memajukan desa dan sejalan dengan visi Kalsel Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan (Maju) sebagai Gerbang Ibu Kota Negara (IKN),” kata Agus.

BACA JUGA :  IDM Kalsel Masuk Kategori Maju, Dinas PMD Singkronisasikan Program

BUMDes Puspa Harum Sejahtera, kata Agus, menjadi terbaik pertama ditingkat Nasional 2023. Terlebih, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Bali juga dinobatkan sebagai terbaik pertama kategori Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan memiliki omzet hingga Rp800 juta pada 2023.

“Memang sejak didirikan di 2018 hingga 2023 BUMDes Puspa Harum Sejahtera dengan modal awal sekitar Rp140 juta telah mampu menghasilkan PADes sebesar Rp1 miliar lebih dengan usahanya yaitu pengelolaan pasar desa, simpan pinjam, parkir, perdagangan dan pelayanan jasa,” ucap dia.

Dia menjelaskan, BUMDes tersebut dalam pengelolaannya telah memahami dengan baik, termasuk regulasi yang menjadi payung hukumnya dan dikerjakan profesional. Bahkan, semua unit usaha yang dikelola mereka menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara tepat dan disiplin.

BACA JUGA :  Bupati Tanbu Sampaikan Raperda RAPBD Tahun Anggaran 2022

“Jadi sebenarnya Desa Tegal Harum tidak mempunyai potensi wisata sebagaimana desa lainnya yang ada di Provinsi Bali, tetapi dengan kerjasama dan didukung oleh masyarakat desanya akhirnya bisa menghasilkan BUMDes yang menjadi penopang ekonomi desa,” ungkap Agus yang kerap disapa Yongki ini.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Rachmah Norlias, mengungkapkan, kegiatan Benchmarking BUMDes Kalsel ke Puspa Harum Sejahtera di Desa Tegal Harum ini sangat tepat untuk mendapatkan informasi terkait pengelola yang baik dan terarah. Sehingga mampu memaksimalkan segala potensi yang ada di wilayahnya guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) masing-masing.

“Sehingga kedepannya desa tidak hanya mengandalkan pembangunan desa dari dana desa. Tetapi, sudah mampu mengembangkan potensi desa dalam menghasilkan PADes dan bisa menjadi desa yang mandiri,” tutupnya.

MC Kalsel/Rilis
Reporter : Riswan Surya
Editor : Nashrullah

Baca Juga