HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan jembatan penghubung Dusun Takuang dan Remo Kecamatan Paramasan Martapura sepanjang 20 meter ambrol. Hanyut dan putus terbawa arus sungai deras.
Hingga saat ini aktifitas warga terganggu. Sejumlah anggota TNI yaitu Babinsa Koramil 1006-01/ Sungai Pinang turun guna membantu warga dalam mengatasi kesulitannya.
Berawal Babinsa Dusun Takuang, Serda Lulus Setyanto bersama dengan warga sekitar pukul 17.30 Wita, Minggu (14/4) lalu hendak melintasi jembatan. Tiba-tiba air sungai yang deras meluap secara sepontan menghayutkan badan jembatan. Melihat peristiwa tersebut babinsa melapor kan kepada Danramil.
Lulus dengan dibantu dua orang rekannya menuturkan, jembatan tersebut adalah akses penghubung aktivitas warga dan anak sekolah. Bahkan, jalur perekonomian saat ini.
Danramil 1006-01/ Sungai Pinang Kapten Inf Yohanes Sumarsono melakukan koordinasi dengan Pejabat Kades Remo Bambang Jepti Rahardjo segera mengambil langkah guna menormalisasikan kembali jalur utama transportasi masyarakat setempat. Apalagi, menjelang pelaksanaan pemilu, logistik yang dibawa ke Dusun Takuang dan Desa remo melalui jembatan ini.
Kepala desa Remo Bambang Jepti Rahardjo (51) juga menuturkan, kondisi dan situasi seperti yang disampaikan oleh Babinsa tersebut berdampak dalam kegiatan warga. Sangat terganggu karena jalurnya menuju Kecamatan Paramasan.
Jembatan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Salah satu jalur utama masyarakat dalam menjual hasil kebun ataupun hasil pertaniannya ke Kabupaten Tapin. Dan, saat ini juga TNI bersama masyarakat membuat jembatan Darurat untuk melangsungkan Aktivitas warga.