Headline9.com, MARTAPURA – Jelang pelaksanaan Haul Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Pemkab Banjar biarkan ruas Jalan di Kelampayan Tengah, Astambul, Kabupaten Banjar, gelap gulita.
Haul ulama masyhur yang bakal dilaksanakan pada 6 Syawal pasca lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah tersebut padahal tinggal sepekan lagi. Namun, belum ada tanda-tanda Pemkab Banjar berupaya melakukan perbaikan. Seakan hal itu disepelekan.
Salah satu warga Kelampayan Tengah, Imam mengaku sudah sebulan lamanya bohlam Penerangan Jalan Umum (PJU) tak diperbaiki Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar.
Ketika malam hari, jalan itu gelap agak menyeramkan penyebabnya lampu tidak ada yang menyala satu pun. Apalagi, akses tersebut merupakan jalur utama menuju kubah makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau dikenal Datu Kelampayan.
“Hampir sebulan, PJU di sini padam, mulai titik pertigaan ruas jalan kabupaten tepatnya depan gerbang masuk kawasan wisata religi sampai menuju kubah makam Datu Kelampayan. PJU jenis solar cell juga tak ada yang berfungsi,” ungkapnya, kepada awak media, Rabu (2/4/2025).
Kondisi ini, tutur Imam, sangat membahayakan keselamatan bagi para jemaah yang datang dari berbagai daerah untuk berziarah terutama pada malam hari. Apalagi saban tahun pasca lebaran, peziarah yang datang jumlahnya ratusan.
“Selasa malam, banyak jemaah dari Kampung Melayu (Kecamatan Martapura Timur) datang ke Kubah Makam Datu Kelampayan. Sementara Jalan menuju kubahnya gelap. Kami berharap dinas terkait bisa segera memperbaiki agar kondisi jalan tidak lagi gelap dan peziarah pun aman,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Kelampayan Tengah, Rusdian, mengakui, jika ada PJU yang padamnamun akan egera berkoordinasi dengan dinas terkait. “Biasanya mendekati pelaksanaan haul Datu Kelampayan instansi terkait akan melakukan perbaikan. Meski ada beberapa PJU yang padam, namun masih ada PJU Solar Cell yang hidup,” papar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKPLH Kabupaten Banjar, Ali Ilyas mengiyakan bahwa PJU tak berfungsi itu memang merupakan aset milik Pemkab Banjar. Tapi, untuk PJU jenis Solar Cell, tambah Ali, bukan aset pihaknya.
“PJU biasa itu memang milik kita. Kalau Solar cell kemungkinan itu aset Pemprov Kalsel. Kejadian ini akan segera kita tindak lanjuti,” katanya.
Kendati begitu, ia justru menyayangkan lantaran masyarakat dan kades tidak langsung melaporkan hal tersebut ke DPRKPLH Kabupaten Banjar. “Belum ada laporan terkait kerusakan itu,” tutupnya.
Reporter: Riswan Surya | Editor: Nashrullah