HEADLINE9.COM, MARTAPURA – eceng gondok yang berserakan di Sungai Lok Baintan diuji coba dibuat menjadi kertas. Tanaman yang selama ini dianggap sampah tersebut lebih bermanfaat setelah program pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kemenristek Dikti, Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin melatih warga setempat.
Alasan memilih Lok Baintan diungkapkan oleh Ketua PPDM Dr Muzahid Akbar Hayat yang juga dosen S2 Uniska Banjarmasin. Desa tersebut adalah desa wisata dan ikon pasar terapung, setiap pekan selalu mendapat kunjungan dari luar daerah. Ketika ikon itu kotor dengan ilung atau eceng gondok, ikut menghambat perjalanan menuju pasar terapung.
“Tercetus ide membuat eceng gondok menjadi kertas setelah kami bertemu dengan kepala desa Lok Baintan ketika menjajaki inovasi,” ujarnya.
Akbar juga yakin, pasar hasil pengolahan limbah eceng gondok tersedia, dan program ini akan menjadi program yang berkelanjutan. Tahap pertama, pihaknya meningkatkan kepedulian masyarakat yang tinggal di perairan dan melatih langsung. Akbar bersyukur, warga antusias mengolah sampah ramah lingungan tersebut menjadi kertas.
Mukhlis, instruktur menjamin, eceng gondok bisa jadi bahan layak jual. hanya menjadi kertas saja, tapi juga menjadi kartu nama dan paper bag. Telah direncanakan mengolah eceng gondok dengan mesin supaya produksi lebih banyak. Kegiatan ini berjalan selama 3 tahun dan telah disiapkan anggaran Rp300 juta lebih