Penerapan PTM Tingkat SMA di Banjarbaru Tak Seragam

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, BANJARBARU
Proses belajar mengajar di sekolah setelah Lebaran 1443 Hijriah, tetap dilakukan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Artinya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMA di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan tetap dilaksanakan.

Namun di hari pertama memasuki pembelajaran pasca libur lebaran, penerapan PTM tingkat SMA di Banjarbaru berbeda-beda.

Salah satunya, penerapan PTM di Sekolah SMAN 2 Banjarbaru, masih menerapkan PTM dengan 50 persen kepada siswanya yang di mulai sejak Senin (9/5/22).

Hal ini disampaikan Haryono, S.Pd
Wakasek Kurikulum di SMAN 2 Banjarbaru, PTM 50 persen masih diterapkan dengan kegiatan full pembelajaran, walaupun angka Covid-19 di Kota Banjarbaru kian melandai.

“Belum adanya surat edaran 100 persen kita tetap lakukan sistem selang-seling dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis hingga Jum’at, dengan penerapan siswa yang berbeda ditiap harinya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Sholat Hajat Di Hari Jadi Ke-23, Ini Rencana Walikota Banjarbaru Kedepan

Lanjutnya, pelaksanaan PTM kali ini tetap mengutamakan menjaga protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Selain itu pihaknya juga memfasilitasi dan melakukan belajar mengajar online untuk siswa dan juga guru.

“Sebanyak 984 siswa dan tenaga pengajar kurang lebih 60an yang ada di SMAN 2 Banjarbaru melakukan belajar mengajar 50 persen,” katanya.

Berbeda, di SMAN 4 Banjarbaru PTM dengan 100 persen (penuh) kepada siswanya meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir dan ditambah ancaman hepatitis misterius.

Kepala SMAN 4 Banjarbaru, Dra Sumini, M.Pd menyampaikan, meskipun PTM 100 persen kepada siswanya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat kepada para guru maupun siswanya.

“Kita tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat kepada para siswa maupun guru pengajar guna mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19,” katanya.

BACA JUGA :  Disdik akan Terapkan Tiga Terobosan Program Kemendikbud

Sumini menambahkan, selain menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga membatasi jam belajar mengajar di kelas dengan meniadakan jam istirahat.

“Kami membatasi jam belajar, dan kami juga melarang kantin sekolah buka,” ucapnya.

Sementara, saat disinggung mengenai hepatitis misterius, Sumini mengaku sejauh ini belum ditemukan siswa di sekolahnya yang terinfeksi penyakit mematikan itu.

“Kami berharap adanya kesadaran para siswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan sendiri, apalagi saat berada di luar sekolah yang lepas dari pengawasan sekolah,” tutupnya.

Diketahui, PTM 100 persen di SMAN 4 Banjarbaru pada hari ini diikuti seluruh siswa kelas X dan kelas XI dengan jumlah total 916 siswa. (ps)

Baca Juga