Jumat, Januari 23, 2026
BerandaWarga Gunung Ulin Kecewa, Ketua BABAK: Kalau Tak Ada ‘Angin’ Tak Bisa...

Warga Gunung Ulin Kecewa, Ketua BABAK: Kalau Tak Ada ‘Angin’ Tak Bisa Hidup

Headline9.com, MARTAPURA – Ketua Barisan Anak Bangsa Anti Korupsi (BABAK) Kalsel, Bahrudin, bantah masuk ‘angin’ terkait hilangnya poin tuntutan dugaan tambang batu bara ilegal di Desa Gunung Ulin, Mataraman, Kabupaten Banjar.

Poin hilang dari daftar tuntutan dan tak disampaikan dalam orasinya tersebut di Halaman Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, pada 20 Januari 2026, yakni meminta Kejati Kalsel agar menurunkan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKJ) atas Pertambangan Batu Bara yang diduga tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari aktivitas penambangan batu bara di Desa Gunung Ulin, Mataraman yang menyebabkan ruas jalan kabupaten, ambrol pada 10 Desember 2025 lalu.

img 20260122 wa00843871805967442269803
KETERANGAN: Kondisi jalan di Desa Gunung Ulin yang ambrol dekat kawasan pertambangan, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

“Sebenarnya itu informasi dari kawan-kawan terkait adanya dugaan tambang ilegal di Desa Gunung Ulin. Tapi sampai digelarnya aksi demo, tak ada yang mengirim data lengkap terkait kapan tanggal kejadian, dan lokasinya,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Ia beralasan tak disampaikannya tuntutan itu di Halaman Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, pada 20 Januari 2026 itu dikarenakan belum mendapatkan data dan informasi lengkap yang lengkap.

BACA JUGA :  PD Pasar Sulap Kios Kosong Menjadi Tempat Istirahat Para Jamaah Haul Abah Guru Sekumpul.

“Kita malah yang bahaya kalau itu tidak benar, sedangkan saya koordinator demo. Saat bertemu dengan Kasi Intel kami juga ditanya datanya mana? Dari pemberitaan juga belum lengkap,” katanya.

Ditambah, tak ada pembentangan spanduk saat aksi kemarin. Namun, Udin mengakui, bahwa spanduk tersebut telah dicetak. “Spanduknya memang ada, tapi data yang diberikan ke LSM masih tidak lengkap, hingga siapa yang terdampak. Memang saya tidak ke lokasi tambang, tapi kawan-kawan menyampaikan bahwa ada aktivitas penambangan,” ucapnya.

Meski begitu, ia akan kembali menggelar aksi yang sama dan berjanji menyuarakan hilangnya poin terkait adanya dugaan aktivitas penambangan batu bara di Desa Gunung Ulin. “Karena datanya belum lengkap, maka akan kami lengkapi dan kembali menggelar demo. Dari kawan-kawan LSM juga sudah ada yang turun ke lokasi,” pungkasnya.

BACA JUGA :  PSIM Jogjakarta Tumbang di Stadion Demang Lehman, Begini Kata Pelatih Martapura FC

Bahrudin alias Udin Palui itu juga membantah dirinya menerima ‘uang’ agar batal menyuarakan dalam aksi unjuk rasa. “Kalau ada yang mengatakan saya menerima uang, itu tidak benar. Udin Palui tidak pernah terima uang. Kalau masuk angin, jelas kita masuk angin, kalau tak ada angin kita tidak bisa hidup,” cetusnya dihadapan awak media.

Hilangnya poin tuntutan itu juga meninggalkan rasa kecewa bagi warga Desa Gunung Ulin. “Melawan sampai menghentikan aktivitas pertambangan baru bara saja kami tak mampu,” kata dia, yang identitasnya enggan disebutkan.

Harapan besar warga, agar ruas jalan yang ambrol tersebut diduga akibat aktivitas penambangan bisa segera mendapat perbaikan. Termasuk ruas jalan yang rusak dibeberapa titik akibat sering dilintasi angkutan batu bara. “Kami minta itu saja,” harapnya.

Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular