BerandaBanjarbaruUMKM dan Tenaga Kerja Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Menuju Banjarbaru EMAS

UMKM dan Tenaga Kerja Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Menuju Banjarbaru EMAS

headline9.com, BANJARBARU – Di banyak sudut Kota Banjarbaru, denyut ekonomi rakyat tumbuh dari aktivitas sederhana: pelaku usaha kecil yang membuka lapak, pengrajin yang memasarkan produknya, pekerja yang meningkatkan keterampilan, hingga koperasi yang menjadi ruang gotong royong ekonomi masyarakat. Dari sektor inilah Pemerintah Kota Banjarbaru menaruh harapan besar untuk memperkuat fondasi kesejahteraan dalam mewujudkan visi Banjarbaru EMAS, yakni Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera.

Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Tenaga Kerja (Diskopumnaker), Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong penguatan UMKM, koperasi, dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Program ini menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi inklusif pada periode 2025–2029, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kerangka pembangunan Banjarbaru EMAS, sektor ekonomi tidak hanya dipahami sebagai urusan angka pertumbuhan. Lebih jauh, ekonomi daerah harus mampu menjangkau masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat daya saing, dan mendorong kemandirian. Karena itu, pengembangan UMKM dan ketenagakerjaan menjadi salah satu pintu penting untuk memastikan kesejahteraan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, tetapi dapat dirasakan lebih luas.

Diskopumnaker memegang peran strategis dalam menggerakkan ekonomi berbasis masyarakat. UMKM menjadi sektor yang paling dekat dengan kehidupan warga, sekaligus menjadi ruang bagi banyak keluarga untuk bertahan, tumbuh, dan meningkatkan pendapatan. Ketika UMKM berkembang, dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan omzet pelaku usaha, tetapi juga pada terbukanya peluang kerja baru dan bergeraknya ekonomi lingkungan sekitar.

Dalam konteks Banjarbaru, UMKM juga memiliki korelasi kuat dengan upaya penurunan kemiskinan. Program perlindungan sosial yang dijalankan Dinas Sosial dapat menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat rentan. Namun, agar bantuan tidak berhenti sebagai dukungan sementara, diperlukan program pemberdayaan ekonomi yang mendorong masyarakat lebih mandiri. Di titik inilah peran Diskopumnaker menjadi penting.

Melalui pelatihan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran digital, pelaku UMKM didorong agar mampu naik kelas. Tantangan ekonomi yang semakin kompetitif menuntut pelaku usaha tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga memahami pasar, mengelola keuangan, menjaga kualitas produk, dan memanfaatkan teknologi digital.

BACA JUGA :  Kota Banjarbaru Gelar Acara Penghargaan untuk Pejabat, Wali Kota Umumkan Kenaikan TPP

Digitalisasi menjadi salah satu kunci dalam pengembangan UMKM. Pemanfaatan platform digital membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini memiliki kesempatan untuk dipasarkan lintas wilayah. Transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan Banjarbaru sebagai kota yang maju, adaptif, dan berbasis teknologi.

Selain UMKM, koperasi juga tetap menjadi pilar penting ekonomi kerakyatan. Koperasi memiliki nilai gotong royong yang sejalan dengan karakter masyarakat. Melalui koperasi, pelaku usaha dapat memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas, serta membangun daya tawar bersama. Jika dikelola dengan baik, koperasi dapat menjadi wadah yang membantu UMKM bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi.

Pada sisi ketenagakerjaan, Diskopumnaker berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pelatihan kerja, peningkatan keterampilan, kewirausahaan, dan penempatan tenaga kerja menjadi bagian dari upaya menekan pengangguran. Tenaga kerja yang memiliki kompetensi lebih besar peluangnya untuk terserap di dunia kerja, sekaligus memiliki kemampuan membuka usaha sendiri.

Namun, tantangan di sektor ketenagakerjaan tidak ringan. Kesenjangan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan dunia industri masih menjadi pekerjaan rumah. Perubahan teknologi yang cepat juga menuntut pekerja untuk terus belajar dan beradaptasi. Karena itu, program pelatihan tidak cukup hanya bersifat formal, tetapi harus benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja dan perkembangan zaman.

Penguatan ekonomi rakyat ini tidak bisa dijalankan Diskopumnaker sendirian. Bapperida berperan memastikan program pengembangan UMKM dan tenaga kerja disusun berdasarkan data serta kebutuhan riil masyarakat. Data pengangguran, potensi ekonomi lokal, sebaran pelaku usaha, dan tingkat kemiskinan menjadi dasar penting agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Dukungan BPKAD juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sektor ekonomi tetap perlu mendapat perhatian karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Anggaran yang tepat sasaran dapat memperkuat pelatihan, pendampingan, fasilitasi usaha, hingga pengembangan koperasi.

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Terima Dana Intensif Dari Kemenkeu RI

Dinas PUPR turut memiliki peran dalam mendukung ekonomi rakyat melalui pembangunan infrastruktur. Jalan yang baik mempermudah distribusi barang dan akses menuju pasar. Penataan kawasan juga dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru. Sementara itu, Dinas Perhubungan mendukung kelancaran mobilitas pelaku usaha dan distribusi produk melalui sistem transportasi yang semakin terintegrasi.

Peran Disdukcapil juga tidak dapat dilepaskan dari kebijakan berbasis data. Data kependudukan membantu pemerintah memetakan kelompok masyarakat, pelaku usaha, dan tenaga kerja yang menjadi sasaran program. Dengan data yang akurat, program pemberdayaan ekonomi dapat lebih efektif dan mengurangi risiko salah sasaran.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan pembangunan ekonomi harus diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya ingin masyarakat menerima bantuan, tetapi juga mampu berdiri, bekerja, dan meningkatkan taraf hidupnya.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

 Erna Lisa Halaby, menekankan penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dari visi Banjarbaru EMAS. Ekonomi yang kuat, menurutnya, harus memberi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama.

“Ekonomi yang kuat akan menciptakan kesejahteraan. Kita ingin masyarakat Banjarbaru bisa maju bersama,” tegasnya.

Ke depan, Diskopumnaker menargetkan semakin banyak UMKM yang naik kelas, meningkatnya penyerapan tenaga kerja, serta menguatnya koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat. Target tersebut akan dicapai melalui pendekatan berbasis data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Dalam visi Banjarbaru EMAS, sektor ekonomi menjadi wajah dari aspek “Sejahtera”. Namun, kesejahteraan tidak akan berdiri sendiri tanpa keadilan akses, kemajuan layanan, dan tata kelola yang baik. Karena itu, penguatan UMKM, koperasi, dan tenaga kerja menjadi bagian dari upaya besar membangun Banjarbaru yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakatnya untuk maju bersama.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular