headline9.com, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menggelar Gerakan Pangan Murah selama empat hari, 17–20 April 2026, di area expo Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menawarkan bahan pangan murah, tetapi juga membagikan hasil panen sayuran segar secara gratis kepada warga yang berkunjung ke stan DKP3.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby turut hadir meninjau kegiatan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dan ikut membagikan hasil panen sayuran.
Sekretaris DKP3 Banjarbaru Wiwin Robiaty menjelaskan bahwa partisipasi DKP3 dalam expo tahun ini mengusung tema “Ketapang Emas”, yang merupakan akronim dari Ketahanan Pangan menuju Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Untuk memastikan distribusi produk berjalan optimal, DKP3 membagi penjualan berdasarkan jenis komoditas setiap harinya.
Pada hari pertama, masyarakat dapat membeli produk peternakan seperti telur, daging sapi, dan daging ayam. Hari kedua difokuskan pada produk pertanian dan perkebunan berupa bumbu dapur dan sayuran segar, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.
Selanjutnya, hari ketiga menyediakan kebutuhan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir. Sementara pada hari keempat, masyarakat dapat memperoleh produk perikanan berupa hasil olahan ikan yang siap konsumsi.
Melalui skema ini, pemerintah daerah berupaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga pangan di tingkat masyarakat.
Pemko Banjarbaru mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum tersebut, tidak hanya untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga sebagai bagian dari partisipasi dalam memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.









