headline9.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menyiapkan 150 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan data BPBD, luas lahan terbakar mencapai 6.300 hektare, sedangkan kekeringan berdampak pada 72 desa di 16 kecamatan.
Kesiapan penanganan bencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakoor) Mingguan Pemkab Banjar di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (12/10/2026) pagi.
Rapat dipimpin Bupati Banjar H Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Daerah H Yudi Andrea. Hadir pula staf ahli, para asisten, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta camat se-Kabupaten Banjar.
Dalam arahannya, Saidi meminta BPBD memaparkan perkembangan penanganan karhutla dan kekeringan. Ia juga meminta para camat menyampaikan kondisi terkini serta langkah penanganan di wilayah masing-masing.
“Kami meminta BPBD menyampaikan perkembangan terkait karhutla dan kekeringan. Camat juga agar dapat menyampaikan upaya penanganan karhutla di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha menjelaskan, karhutla telah berdampak pada 197 desa di 19 kecamatan dengan luas lahan terbakar mencapai 6.300 hektare.
Sementara itu, kekeringan melanda 72 desa di 16 kecamatan. Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, BPBD telah menyalurkan 3.245.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Menurut Wasis, distribusi air bersih yang sebelumnya dilakukan setiap empat hari kini menjadi delapan hari sekali. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan penanganan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.
Berdasarkan hasil rapat bersama pemangku kepentingan dan SKPD terkait, BPBD mengusulkan peningkatan status penanganan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Status tersebut direncanakan berlaku selama dua pekan, mulai 14 hingga 28 Oktober 2026.
“Status tanggap darurat direncanakan mulai 14 hingga 28 Oktober 2026 atau selama dua minggu. Rencana operasi dibagi menjadi dua klaster dengan pembiayaan melalui APBD,” jelas Wasis.
Sebanyak 150 personel gabungan disiapkan untuk mendukung operasi tersebut. Mereka terdiri atas Tim Reaksi Cepat (TRC), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), relawan, TNI/Polri, serta unsur lintas sektor lainnya.
Menanggapi laporan itu, Saidi meminta penambahan personel diikuti koordinasi yang kuat antara BPBD, camat, dan seluruh pihak terkait. Ia menginstruksikan para camat segera melakukan konsolidasi agar penanganan bencana berjalan terarah dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain penanganan karhutla dan kekeringan, Saidi mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan pemerintahan serta pembangunan. Ia meminta ego sektoral dikurangi agar seluruh SKPD dapat bekerja sama secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendorong pembangunan Kabupaten Banjar.







