Headline9.com, BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalimantan Selatan mendorong Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) lebih aktif dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas PMD Kalsel, Iwan Ristianto, mengatakan LKD memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran keluarga, mengenali persoalan di lingkungan warga, dan mendorong pola hidup sehat.
“Penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan gizi, tetapi juga pola asuh, ketahanan pangan, akses air bersih, sanitasi, serta kondisi sosial ekonomi,” ujarnya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) LKD 2026 di Banjarmasin, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader pemberdayaan masyarakat, keluarga, dan seluruh unsur masyarakat.
Karena itu, pengurus RT, RW, PKK, Karang Taruna, Posyandu, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa serta aktif menggerakkan partisipasi warga.
Bimtek yang diikuti 55 peserta dari 11 kabupaten tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus LKD agar mampu menerapkan langkah pencegahan stunting sesuai kebutuhan di desa masing-masing.
Iwan menegaskan, penguatan peran LKD harus diwujudkan melalui langkah nyata di masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan kelembagaan.
“Upaya tersebut diharapkan membantu membangun keluarga yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga desa,” ungkap Kadis PMD Kalsel Iwan Ristianto.







