Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Warga Rela Mengantri Untuk Dapatkan Air Bersih.

Warga Rela Mengantri Untuk Dapatkan Air Bersih.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Akibat ribuan bangkai ikan nila yang hanyut di sungai Riam kanan, membuat kualitas air sungai itu tercemar dan tidak bisa digunakan oleh warga Desa Penyambaran, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. alhasil warga menjadi kesulitan mendapatkan air bersih.

padahal mayoritas warga setempat masih memanfaatkan air sungai untu beraktifvitas semenjak kemarau panjang yang melandau wilayah kabupaten banjar selama tiga bulan terahir, sebanyak tiga desa yang terdampak yakni, Desa penyambaran, Desa Sungai Alang, dan Desa Sungai Asam, kabupaten banjar kini kesulitan air bersih. beruntung pemerintah setempat sigap menyalurkan air bersih ke desa-desa yang terdampak

BACA JUGA :  Avanza Tertimpa Pohon di Martapura, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta - DPRKPLH Banjar Lakukan Kajian

Dengan membawa jerigen warga harus rela mengantri untuk mendapatkan air bersih yang di distribusikan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. hal itu sudah berlangsung selama tiga hari terahir.

“ Awalnya kita menggunakan air sungai itu, semenjak kemarau panjang. Namun Semenjak bangkai ikan nila yang mati mendadak mencemari sepanjang sungai riam kanan kita tidak bisa lagi menggunakan air itu,” Ujar Warga Desa Penyambaran Wahyu.

Dikatakan Wahyu, dengan adanya bantuan air bersih dari pemerintah pihaknya sangat bersyukur, karena sumber air yang dapat digunakan sudah tidak ada lagi.

BACA JUGA :  Disporabudpar Banjarbaru SP 7 THM, 3 Diantaranya Ditutup

“ Dalam sehari mereka mengirim dua kali, cukuplah buat kita memasak, mencuci, minum dan lainnya,” Ucapnya.

Diketahui ribuan ton ikan keramba jala apung di sejumlah desa di kecamatan karang intan kabupaten banjar, mati mendakak dalam sepekan terhair dan penyebab kematian ikan ini dikarenakan debit air sungai yang menurun akibat kemarau panjang serta bakteri dari pakan ikan, sementar kerugian para pembudidaya ikan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Penulis M Sairi

Baca Juga