INI Daftar Wilayah Rawan Terjadi Bencana Banjir.

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar apel siaga Bencana Tahun 2019 di Halaman Kantor BPBD Kabupaten Banjar Kamis (12/12/2019) pagi.

Sekda Banjar H. Mokhammad Hilman dalam amanatnya mengatakan bahwasanya penyelenggaraan penanggulangan bencana bukan hanya menjadi wewenang pemerintah saja akan tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk para perusahaan. Hal itu Sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 2004 Tahun 2007 dan Perda Kabupaten Banjar Nomor 18 Tahun 2014.

“ Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi wewenang pemerintah saja akan tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak, sehingga jika terjadi bencana kita bersatu padu bergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah maupun bencana”  ucapa Hilman.

Dikaakan Hilman, Apel siaga yang  dilaksanakan pada hari ini merupakan salahsatu bentuk tanggungjawab dan kesiapsiagaan yang harus  semua lakukan untuk mengurangi kerentanan dalam menghadapi bencana.

” Saya juga mengajak semua untuk terus melaksanakan kesiapsiagaan terhadap bencana dalam rangka mengurangi resiko atau kerugian yang timbul akibat bencana,” ajak Hilman.

Ditambahkannya, Apel siaga bencana ini merupakan antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung Kabupaten Banjar 2019.

“ Untuk wilayah rawan banjir di kabupaten banjar, kita ada dua sungai besar, kalau sungai riam kanan itu sudah dikendalikan dengan adanya  bendungan riam kanan, tetapi seperti tahun 2005 lalu, apabila permukaan begitu tinggi akan jadi rawan juga karena pintunya akan dibuka, hingga air melimpah.

Berikutnya yang saat ini Lanjut Hilman,  menjadi rutin terjadi banjir itu ada di sungai Riam Kiwa, begitu ada hujan didaerah hulu, itu akan berturut turut banjirnya melalui sungai riam kiwa tersebut. Dan akan berdampak ke beberapa wilayah, Mulai kecamatan Sungai Pinang, Pengaron, Simpang Empat, Astambul,  Martapura kota, sampai ahirnya tertumpuk di wilayah sungai tabuk.

“ Karena di sungai tabuk ini air dari Banjarmasin tertahan. Kita ketahui kota Banjarmasin sendiri 2 meter dibawah permukaan air laut. Ini yang kita antisipasi, walaupun kemarin kita sudah ad upaya-upaya untuk merekrutsi banjir tersebut dengan pembuatan normalsiasi sebaian sungai riam kiwa, yang kita arahkan ke sungai tuan, sungai ambulung, dan selanjutnya keluar lagi ke sungai martapura.” Katanya.

Ditambahkan Hilman, untuk puting beliung, hampir semua wilayah di Kabupaten Banjar yang hamparan tanahnya tidak ada perpohonan, rawan terhadap bencana angin putting beliung, kedepan dari hasil rapat koordinasi  kemarin.

“ Upaya antispasi yang  akan kita melakukan penanaman pohon untuk dapat menghalangi dampak dari cepatnya angin di Kawasan tersebut dan mengurangi panas yang berlebih,” imbuhnya.

Bertindak sebagai Pembina apel Sekda Banjar H. Mokhammad Hilman, turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Banjar Irwan Kumar,  Kapolres Banjar, Dandim 1006 Martapura, para Kepala SKPD Kabupaten Banjar, Ketua PMI Kabupaten Banjar, para Danramil, Kapolsek se Kabupaten Banjar dan peserta apel.