Rakor Covid 19 Yang Dipimpin Walikota Banjarbaru. Foto: aptr

HEADLINE9.COM.BANJARBARU – WaliKota Banjarbaru pimpin rapat koordinasi pengendalian dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dalam upaya pemerintah kota setempat mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus mematikan itu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru, pada Senin(16/03) yang dihadiri seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjarbaru dan seluruh pimpinan SKPD kota Banjarbaru.

Nadjmi Adhani menyampaikan rapat ini seiring menindaklanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo. Agar setiap daerah menetapkan situasi di daerah masing-masing dan membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sesuai Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020.

“Dan saat ini berdasarkan informasi dari BIN dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru bahwa di Banjarbaru tidak ditemukan penderita ataupun suspect Covid-19 tapi Pemko dalam bentuk kewaspadaan dan antisipasi serta untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, dalam Rakor diputuskan beberapa kesepakatan penting,”Ujarnya kepada awak media.

Kemudian beberapa kesepatan tersebut disebutkan Nadjmi dengan membentuk gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dikomandani Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru selaku Kepala BPDB Kota Banjarbaru.

Gugus tugas ini diberikan tugas untuk mengambil langkah dan memberikan rekomendasi serta memberikan informasi satu pintu terkait pengananan Covid-19.

Lanjut upaya antisipasi di lingkungan pemerintah kota Banjarbaru seluruh SKPD sementara ini tidak kita berikan izin untuk ke luar daerah untuk perjalanan dinas,”perjalanan dinas yang tidak sangat sangat penting dan bila sangat urgent boleh tapi selebihnya tidak kita perkenalkan karena ada beberapa daerah yang memang sudah Lockdown kemudian kebijakan lainnya juga,”tegas Nadjmi.

Nadjmi juga menegaskan untuk sementara waktu Dinas Pendidikan mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran dibahwahnya dan kepada institusi pendidikan bahwa proses belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa, namun harus mengurangi kontak fisik, termasuk kegiatan bersalam-salaman antara guru dan murid

Wali Kota Banjarbaru juga menetapkan bahwa apel pagi tetap dilaksanakan, namun absen yang biasanya menggunakan sistem finger diubah ke manual.

“Untuk SKPD yang mengelola pelayanan publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti di kelurahan, kecamatan, puskesmas, urusan perizinan dan perpajakan serta dokumen kependudukan, maka untuk memberikan rasa aman kepada pegawai dan masyarakat yang datang, maka perlu dilakukan penyemprotan dengan desinfektan nantinya,”Imbuhnya.

Nadjmi Adhani juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus berupaya melindungi diri, keluarga dan lingkungan serta bergandengan tangan, bersama-sama melindungi Banjarbaru agar terhindar dari Covid-19.

“Masyarakat Kota Banjarbaru diimbau untuk jangan panik namun paham,”Tutupnya.(aptr)