Koramil Aluh-Aluh Uji Coba Penemuan WC Terapung di Podoh

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Meski pemerintah telah memiliki program pengentasan jamban apung. bahkan melarang pelan-pelan warga buang air besar di sungai, budaya itu ternyata tetap dilakukan oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal berdampingan dengan sungai. Padahal BAB sembarangan berdampak kepada kesehatan kehidupan.

Uniknya, Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan Koramil-11/ Aluh Aluh bekerja sama dengan Fakultas Teknik Palangkaraya mengembangkan sebuah penemuan yaitu WC Apung

Anung, Dosen Fakultas Teknik Palangkaraya mengatakan, gagasan tersebut telah dikembangkan selama 2 tahun. Caranya sederhana, cukup merangkai pipa paralon beberapa ukuran dengan diameter yang sesuai.


Anung memberi nama penemuan tersebut sebagai WC Apung Harmonika. kelebihannya WC itu aangat ramah lingkungan karena kotoran tidak masuk ke sungai,  melainkan mengalami proses dan saat keluar dari tabung menjadi air yang jernih.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Janji Perjuangkan Kenaikan Tunjangan Guru 2022

“Jamban apung ini tidak mencemari sungai atau lingkungan. Penerapannya sebagian besar di wilayah permukiman di atas air. Temuan kita coba juga di Kalteng. Khusus di Kalimantan Selatan, baru coba oleh warga Desa Podoh Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. “ ujarnya saat ke Aluh-Aluh bersama perwakilan dari Kementrian Kesehatan RI Anwar.S dan Dosen Unpar serta Camat Aluh-Aluh.

Kapten Inf Edy Supriyadi menambahkan, pembuatannya sangat sederhana serta biaya murah untuk membeli bahan baku. Anggota Koramil-11/ Aluh – Aluh dan babinsa di bantu masyarakat mencoba membuat 5 buah dengan Kapasitas 1 WC Apung.
Satu toilet digunakan tiga kepala rumah tangga selama dua tahun. Setelah itu bisa dibersihkan kembali.

BACA JUGA :  Pelaksana Galian Pipa ke Bahu Jalan. PUPR Minta Kembalikan Seperti Semula, PDAM Berjanji Memperbaiki

Kabid Program Kesehatan Agus DW melihat secara langsung hasil kerja pembuatan WC Apung juga takjup. Penemuan menarik dan diuji coba di sungai menjadi pemandangan perdana bagi dirinya.

“Memang sangat sederhana namun hasilnya belum kita lihat. apakah ramah lingkungan atau tidak. Jadi kita tunggu selama 6 bulan pertama, “ katanya. (MAS)

Baca Juga