Jumat, April 4, 2025
BerandaBanjarbaruPandemi Merubah Cara Belajar

Pandemi Merubah Cara Belajar

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Pandemi Covid-19 telah mengubah pola pembelajaran secara masif. Proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

Hal ini dilakukan dalam rangka meminimalisasi cepatnya penyebaran Covid-19. Kebijakan penutupan tersebut sebagai respons terhadap kebijakan dan imbauan pemerintah untuk melakukan social distance (jaga jarak).

Salah satu orang tua siswa bernama Hamidah menyampaikan banyak orang tua yang belum sefasih itu dalam menggunakan berbagai aplikasi di HP. Tak hanya itu kendala yang lain sering dihadapi siswa dan guru yaitu kuota yang tak sedikit setiap pembelajaran.

“Bukan kuota saja tapi perangkatnya juga untuk belajar online tidak semua orang punya, anak-anak juga tidak semua orang punya, mungkin harus gantian dengan kakaknya atau adeknya bahkan orang tuanya,” Ungkapnya.

Dari berbagai keluh kesah yang disampaikan, harapannya pemerintah dapat membantu untuk memberikan subsidi kuota gratis kepada peserta didik agar kegiatan PJJ ini bisa berjalan dengan baik.

BACA JUGA :  Puncak Kunjungan Wisatawan ke Martapura, Kabupaten Banjar Terjadi Tiap Haul Abah Guru Sekumpul

Menanggapi banyaknya keluhan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, A Nur Irsan Finazli angkat bicara.

“Ini masalah metode pembelajaran jarak jauh (PJJ), memang masih dicari yang paling efektif-efisien dan tercapai tujuan pembelajarannya,” Ujarnya, Kamis (16/07) siang.

Irsan menyampaikan permasalahan ini masih perlu dipahami pada masa pandemi. Oleh karena itu pihaknya sudah memanggil Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru untuk menyiapkan program PJJ yang efektif-efisien.

“Disdik sudah menyiakan nya melalui tim kreatifnya. Sehingga harapannya PJJ tahu ajaran baru ini lebih baik dari PJJ diawal pandemi di Maret – Juni,” Jelasnya.

Menanggapi hal itu juga Irsan mengungkapkan di tahun ajaran baru ini harus sudah menggunakan metode baru yang lebih murah dan mudah, sehingga semua siswa bisa menggunakannya.

“Hal ini sudah kita minta ke disdik via kadisdik, seperti apa metode itu, yakni berupa short-video berisi pembelajaran tematik yang ada di K13. Tentu life-skill juga harus tetap berlangsung sebagaimana selama ini diawal pandemi,” Katanya.

BACA JUGA :  Dishut Kalsel Sabet Predikat Instansi Terbaik

Dengan adanya metode tersebut diharapkan orangtua yang tidak mengerti teknologi/gaptek lebih mudah menggunakan via video pendek.

Namun seiring berjalannya waktu orangtua murid mulai kewalahan untuk pembelian kuota data. Pembelajaran sistem daring yang merogoh kocek cukup besar untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, khususnya mengunggah video pembelajaran.

Setelah itu mengenai kuota data menurut Irsan, perlu ada solusi terbaik, disdik harus segera mengkaji Dana BOS agar dipakai untuk kuota data, bagi guru dan siswa yang tidak mampu. Karena tidak hanya siswa yang tidak punya data, tapi guru juga perlu dipikirkan.

“Alokasikan sebagian dana BOS untuk kuota data, dan ini bisa,” Tegasnya.

Irsan menambahkan keluhan yang ada memberika tantangan tersendiri untuk Disdik dimasa pandemi, dengan membuktikan bahwa Disdik mampu dan bisa, karena anggaran dan kapasitas keilmuan serta UU mengamanahkan kepadanya. (Ptr).

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular