Zona Hijau Dan Kuning Boleh Belajar Tatap Muka

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Pandemi Covid-19 telah mengubah pola pembelajaran secara masif. Proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka, sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

Hal ini dilakukan dalam rangka meminimalisasi cepatnya penyebaran Covid-19. Kebijakan penutupan tersebut sebagai respons terhadap kebijakan dan imbauan pemerintah untuk melakukan social distance (jaga jarak).

Setelah sekian lama melaksanakan pembelajaran jarak jauh, Pemerintah memutuskan untuk memperbolehkan sekolah melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka di daerah zona hijau dan zona kuning secara bertahap.

Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, bahwa proses pembelajaran tatap muka di sekolah ini berdasarkan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB). Surat yang dimaksud yakni melibatkan 4 menteri yaitu Mendikbud, Menterti Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

Demikian juga, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru akan melaksanakan pembelajaran tatap muka disekolah yang wilayah zona hijau dan kuning dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Muhammad Aswan, mengungkapkan kesiapannya dalam mengizinkan pembelajaran tatap muka.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah menyiapkan sekolah yang akan menjadi percontohan, untuk memotivasi sekolah atau mencontohkan kepada sekolah yang lain seperti apa sih protokol kesehatan. Kita sudah melakukan piloting di beberapa sekolah yang memang siap,” ungkapnya, Kamis (05/10) siang.

Seperti yang berlaku pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning, semua otoritas pendidikan harus memenuhi persyaratan protokol kesehatan.

“Persyaratan untuk memenuhi protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka, setiap sekolah harus memiliki sarana sanitasi, cuci tangan, dan alat untuk mengecek suhu tubuh, kemudian tiap sekolah juga harus mewajibkan siswa serta guru untuk memakai masker,” katanya.

Aswan menambahkan, seandainya ada peserta didik memiliki kondisi medis atau sakit, maka dilarang masuk sekolah.

Sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka harus dengan persetujuan orangtua siswa, jika tidak mendapat persetujuan dari orangtua maka pembelajaran dilakukan secara daring.

“Jika orangtua atau wali siswa tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah tanpa paksaan,” tegas Aswan.

Adapun sekolah yang akan melaksanakan proses pembelajaran tatap muka di jenjang Sekolah Menengah Pertama (Smp) yakni Smp 1 dan 2, jenjang Sekolah Dasar (Sd) yaitu Sd Komet 1 dan Komet 3.

“Untuk memulai proses pembelajaran tatap muka paling cepat dilaksanakan awal Desember,” pungkasnya. (HL9/Ptr)

TERBARU

Pemkab Tanbu Akan Sosialisasikan PPKM di 12 Kecamatan

0
BATULICIN,headline9.com - Seluruh SKPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu akan memulai lagi mensosialisasikan kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan peserta para...

Update Kasus Covid-19 Di Tanbu 51 Orang Sembuh dan Terkonfirmasi 7 Orang

0
BATULICIN,headline9.com – Data Update terakhir perkembangan kasus konfirmasi Covid 19 di Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu 02/08/21. Juru bicara Satuan...

Kementerian Kominfo Tanbu Gelar Webinar Literasi Digital.

0
BATULICIN,headline9.com - Sesuai dengan arahan Prisiden RI melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung...

Terima Bantuan Kumham Peduli, Lapas Kelas IIB Banjarbaru Salurkan 72 Paket Bantuan Kepada Masyarakat...

0
HEADLINE9.COM, BANJARBARU - Kemenkumham berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara nasional, serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia,...

TNI AL – Lanal Banjarmasin Jalani Hari Kelima Gelar Serbuan Vaksinasi di Sungai Tabuk...

0
HEADLINE9.COM, BANJARMASIN - Sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Kalsel, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin terus menerus menggelar program Serbuan...

TAG TERKAIT