0 Shares

 

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Kabupaten Banjar mendapat kesempatan memamerkan Kerajinan tangan di acara pada kegitan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan pameran temu karya nasional pada Jum’at (19/10/2018) kemarin.

Dari sekian banyak hasil kerajinan tangan yang di pamerkan di stand Kabupaten Banjar, gelang Fuqoha nampaknya sangat diminati di wilayah pulai Bali.

Pasalnya pada kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan pameran temu karya nasional kemarin stand Kabupaten Banjar yang memperlihatkan berbagai macam kerajinan diantaranya, Batu akik, kalung manik, dan batu aji, serta batu borneo.

Ulyani, salah satu pembina Bumdes “Berkat guru” yang beralamat jalan Martapura Lama Desa Pekauman Kecamatan Martapura Timur mengatakan, bahwa dalam pameran temu karya nasional ini bersama dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menampilkan kereasi dari buah fuqoha, dan batu batu yang ada di Kalimantan Selatan seperti berlian (intan) red Borneo.

“Semuanya ada peminatnya, tapi kerajinan yang terbuat dari buah fuqoha lebih banyak dibeli orang,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, hal ini membuat dirinya ingin menjadikan bali sebagai tempat pemasaran untuk kerajinan yang terbuat dari fuqoha.“Pengennya sih selalu diajak atau menjual produk ini saat ke Bali. Tapi belum ada akses untuk itu,” ujarnya.

Ulyani sangat berharap, pihak terkait dalam membantu agar hasil kerajinan dari fuqoha dapat dipasarkan di wilayah Bali.

“tentu peran pemerintah melalui dinas terkait sangat kita butuhkan, untuk membantu upaya pemasaran di sana, ” ucapnya.

Selain itu salah satu perajin fuqoha asal Desa Pekauman Dalam Mahli menuturkan, selama ini dirinya melakukan produksi dan pemasaran secara mandiri. Diakuinya untuk dalam daerah peminatnya sangat sedikit. “Biasa saya menjual via online aja, satu hari paling 100 gelang, karena modal saya terbatas juga,” ungkapnya.

Sementara Pelaksana Tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar I Gusti Nyoman Yudiana saat di konfirmasi www.headline9.com menuturkan, pihaknya selalu mendorong semua industri yang ada di Kabupaten Banjar, termasuk hasil kerajinan tangan seperti fuqoha.

“kita di Disperindag ini menangani pengemasan, “ katanya.

Dia juga menambahkan, pihaknya berencana melakukan kerja sama dengan salah satu online shop ternama. Hal itu bertujuan untuk mengembangkan pasar buat para pengrajin. “Jadi kalau sudah kita kemas, produk itu akan kita pasarkan di online,  dan pengemasan itu sangat penting agar tidak di akui orang lain bahwa itu produk milik kabupaten banjar, ”ucapnya.(SRI)

0 Shares